ARMY Indonesia Belajar Ilmu Psikologi Lewat Karya BTS yang Mengadopsi Teori 'Map of the Soul'
ARMY Indonesia berdiskusi bersama Murray Stein, penulis teori psikologi Map of the Soul yang menjadi inspirasi lagu-lagu BTS.
“Teori Carl Jung tersebut merupakan bagian dari pikiran manusia, ada kaitannya dengan hubungan dengan orang lain, juga kesehatan mental kita yang klinis,” ungkap Murray Stein.
Kawan Puan, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai tiga teori Carl Jung yang diangkat BTS lewat lagu-lagunya: Persona, Shadow, dan Ego.
Persona
Melansir dari Simply Psychology, Carl Jung menyatakan bahwa kepribadian manusia itu terdiri dari beberapa lapisan.
Lapisan paling luar yang sangat mudah dilihat orang lain disebut persona.
Persona merupakan wajah publik dari setiap manusia, apa yang orang lain pahami dari kita, dan sebatas mengenali “kulit” kita.
Baca Juga: Ed Sheeran Dikonfirmasi Berpartisipasi dalam Lagu BTS Mendatang
Dalam lagu Intro: Persona, BTS menunjukkan lapisan luarnya yaitu bagaimana mereka hadir untuk menghibur.
Namun, karena hanya terlihat “kulit” saja, mereka pun merasakan krisis eksistensial dengan lirik yang tertulis, “Siapa saya, apa yang saya mau? Apa yang kamu mau saya lakukan?”
BTS jelas mempertanyakan eksistensi diri untuk diri mereka sendiri atau orang lain lewat lagu tersebut.
Shadow
Lapisan selanjutnya ini lebih gelap. Shadow merupakan lapisan yang mengerikan dalam kepribadian manusia.
Pada lapisan ini, kamu dapat merasakan trauma, kesedihan, kesalahan, kemarahan, dan depresi.
Walaupun menyakitkan, Murray Stein mengatakan, “Shadow kita butuhkan untuk seimbang. Sisi gelap dalam hidup kita pun kita butuhkan untuk menjadi pribadi yang utuh dan untuk jadi rendah diri.”
Lewat lagu Interlude: Shadow, BTS menggambarkan sisi gelapnya yang sebenarnya takut dengan popularitas yang mereka rasakan.