Kamis, 4 Juni 2026

Deteksi Endometriosis dengan Pemeriksaan Infertilitas, Ini Caranya

Endometriosis dapat berdampak pada infertilitas, termasuk menyebabkan sulit untuk hamil. Karenanya, penting melakukan pemeriksaan infertilitas.

Tayang:
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-19 16:00:51 

Pemeriksaan endometriosis dimulai dengan wawancara medis bersama pasien, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan lanjutan ini dapat berupa USG melalui vagina (transvaginal), melalui bagian luar perut (transabdominal), dan melalui anus (transrektal).

Nah, pemeriksaan USG transvaginal dan transrektal ini lah yang kebanyakan menjadi momok bagi perempuan dalam pemeriksaan di dokter kandungan.

Tetapi, perlu Kawan Puan ketahui kalau pemeriksaan transvaginal dikhususkan pada perempuan yang sudah menikah saja.

Sementara perempuan yang belum menikah akan dilakukan USG transabdominal.

"Nggak usah takut sakit, pemeriksaan ini relatif nyaman," ujar dr. Ferry meyakinkan.

Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19? Ini Penjelasan WHO


Sementara yang berhubungan dengan infertilitas, pemeriksaan perlu dilakukan bersama dengan pasangan.

"Kalau bicara soal infertilitas, bukan hanya endometriosis yang jadi faktor penentu. Kita akan evaluasi berdua," tambah dr. Ferry.

Pemeriksaan infertilitas ini perlu dilakukan baik oleh istri maupun suami. Menurut dr. Ferry, 45 persen masalah infertilitas bisa berasal dari istri, dan 35 hingga 45 persen masalah bisa terjadi karena faktor suami.

Untuk suami akan dilakukan pemeriksaan sperma, sementara pada istri akan dilakukan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan ini pun tak butuh waktu lama karena pemeriksaan infertilitas bisa dilakukan hanya dalam satu hari saja.

Biasanya pasangan datang di hari kedua saat haid untuk devaluasi dan menjalani USG. Kemudian, tim medis akan menganjurkan untuk pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan sperma dan saluran telur.

Pemeriksaan lanjutan ini akan dilakukan satu minggu setelahnya, yakni di hari ke-9 sampai ke-12 haid untuk mengevaluasi apakah saluran telur atau tuba falopi dalam keadaan terbuka atau tidak.

Lebih lanjut, dr. Ferry menganjurkan agar pemeriksaan dilakukan di klinik atau dokter yang memang telah dipercaya oleh pasien.

Hal ini agar pasien merasa nyaman dan dapat berkomunikasi dengan dokter lebih baik lagi demi mendapatkan penjelasan yang mendalam.

(*)

Baca Juga: Merencanakan Kehamilan? Terima 4 Vaksin Ini Demi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan

Sumber: Parapuan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved