Nakes Juga Manusia: Studi Buktikan Nakes Indonesia Alami Stres Akibat Pandemi
Stres akibat pandemi dirasakan oleh semua kalangan, tak terkecuali tenaga kesehatan (nakes). Studi ungkap nakes Indonesia alami stres akibat pandemi.
Parapuan.co - Pandemi merupakan masa-masa yang sulit untuk seluruh lapisan masyarakat.
Tak hanya lumpuhkan sektor kesehatan, pandemi juga lumpuhkan ekonomi, sebabkan banyak orang kehilangan mata pencahariannya.
Belum lagi PPKM yang dapat menimbulkan perasaan terisolasi.
Serta berseliwerannya hoaks, berita-berita buruk terkait jumlah kematian akibat Covid-19, dan risiko penularan yang bertambah besar seiring munculnya mutasi-mutasi baru virus tersebut.
Hal-hal di atas merupakan penyumbang stres dan gangguan kesehatan mental lainnya selama pandemi.
Baca Juga: Pandemi Akibatkan Stres? Gabung Komunitas Seru Berikut Ini, Yuk!
Semua orang, baik tua maupun muda rentan mengalami stres akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini.
Tak terkecuali bagi kalangan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi.
Apalagi pada Juli 2021 lalu, Indonesia sedang berada di puncak pandemi, ditandai dengan kasus harian yang bisa mencapai lebih dari 50.000 kasus baru ditemukan.
Tak terbayang betapa beratnya beban kerja nakes terutama beberapa bulan terakhir ini.
Stres yang dialami oleh nakes dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Program Studi Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (MKK FKUI).
Penelitian tersebut menunjukkan fakta bahwa sebanyak 83% tenaga kesehatan di Indonesia telah mengalami burnout syndrome derajat sedang dan berat.
Burnout syndrome ini pun sangat berisiko mengganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja nakes dalam melakukan pelayanan kesehatan.
Penelitian ini sekaligus menunjukkan jika sebanyak 41 persen nakes mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/istock-1222940723jpg-20210815015324.jpg)