Minggu, 12 April 2026

Menjadi Penjaga Perdamaian PBB, Inilah Sosok Cecilia Permatasari

Inilah dia sosok perempuan keren, Cecilia Permatasari Ritonga yang menjadi penjaga perdamaian PBB. Simak kisah lengkapnya berikut ini!

Ilustrasi Parapuan Foto 2021-09-03 01:01:00 

Parapuan.co - Briptu Cecilia Permatasari Ritonga adalah perempuan keren yang menjadi penjaga perdamaian PBB.

Mendaftar dan diterima di Fakultas Kedokteran USU (Universitas Sumatra Utara), perempuan yang akrab dipanggil Cici ini malah lebih memilih memenuhi keinginan orang tuanya untuk menjadi polisi.

"Dulu udah diterima di Fakultas Kedokteran di USU, tapi karena orang tua yang kepengen jadinya ngikutinlah tes seleksi. Orang tua pengen salah satu anaknya ada yang pakai baju dinas," cerita Cecilia kepada PARAPUAN.

Berawal dari kariernya sebagai polisi, kini Briptu Cecilia Permatasari Ritonga sedang menjalankan tugasnya sebagai Sersan Taktis Pasukan Pertama di Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Baca Juga: Kisah Laninka Siamiyono, Perempuan Hebat di Balik Aksi Sosial Lisptick Untuk Difabel

Meski sudah memiliki karier yang terbilang cukup baik sebagai polwan, namun ia malah memilih untuk menjadi bagian dari penjaga perdamaian PBB.

Briptu Cecilia pun mengaku kalau menjadi penjaga perdamaian PBB memberinya tantangan tersendiri.

Ia juga ingin membantu sesama dengan berkontribusi menjadi penjaga perdamaian di bawah bendera PBB.

"Kalau ikut sebagai peace keeper (penjaga perdamaian) itu ada tantangan tersendiri, bisa ikut misi perdamaian dunia. Kepengen aja ngebantu, kita sebagai warga negara Indonesia bisa membantu di bawah helm biru, di UN (PBB)," jelasnya.

Tak hanya itu, Briptu Cecilia menjelaskan bahwa ia ingin menunjukkan bahwa dengan menjadi peace keeper, polwan juga memiliki peran yang sama pentingnya dengan laki-laki.

Kawan Puan, berdasarkan penuturan Briptu Cecilia, jumlah peace keeper perempuan masih tergolong rendah.

"Dari tahun 2008 itu, Polri mengirimkan pasukan Polri. Awalnya ke Sudan. Nah, baru di tahun 2019 mengirimkan pasukan perempuan," ujarnya.

"Dari total pasukan, ada 16 orang Polwan, jadi persentasenya baru 10 persen," jelasnya lebih jauh.

Baca Juga: Kenalan dengan Sosok Jessica Jung, Idol yang Sukses Jadi Business Woman

Sumber: Parapuan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved