Syarat Menukar Uang Rupiah Kertas dan Logam yang Rusak di Bank Indonesia

Uang tabungan haji milik Samin sebesar Rp 50 juta rusak dimakan rayap. Seperti Samin, bisakah menukar uang rusak di bank?

Syarat penukaran uang rusak di Bank Indonesia 

Parapuan.co - Kisah sedih karena tabungan haji yang rusak dimakan rayap dialami Samin, seorang penjaga sekolah di Solo, Jawa Tengah.

Nyaris tiga tahun uang yang ia tabung dalam celengan plastik di rumahnya, tak utuh lagi karena dirusak rayap. 

Padahal, uang yang ia dapatkan dari hasil kerja dan berjualan itu, dikumpulkan sedikit demi sedikit demi bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarga.

"Saya kan punya keinginan daftar haji. Saya punya rezeki sedikit demi sedikit masukkan ke kaleng itu, kurang lebih sudah 2,5 tahun sebelum (pandemi) covid," kata Samin, seperti dikutip PARAPUAN dari Kompas.com.

Mulanya, ia dan sang istri berencana membuka celengan itu beberapa hari sebelumnya karena sudah penuh.

Keduanya lantas terkejut setelah mendapati uang yang selama ini ditabung perlahan-lahan, rusak tak berbentuk.

"Tadi pagi jam 9 mau dimasukkan uang kok runtuh. Setelah itu celengan diangkat kok keluar rayap, ternyata sudah seperti itu," ujar Samin.

Seperti dialami oleh Samin, apa yang harus dilakukan ketika uang tabungan rusak?

Bagaimana syarat menukar uang yang rusak di Bank Indonesia?

Baca Juga: Kenali 7 Fitur Unik di Aplikasi Bank Jago yang Membantu Mengelola Uang

Dilansir dari laman resmi pintar.bi.go.id, ada beberapa persyaratan uang rusak yang bisa ditukarkan.

Uang rusak atau cacat adalah uang Rupiah yang ukuran atau fisiknya telah berubah/berbeda dari ukuran aslinya yang antara lain karena beberapa sebab.

Seperti terbakar, hilang sebagian, robek, berlubang, hingga mengerut.

Halaman
123
Sumber: Parapuan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved