Selasa, 7 April 2026

Calon Presiden 2014

Pengamat: Dukungan Kubu Puan ke Jokowi Tidak Maksimal

Soliditas tim pemenangan Jokowi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dinilai tidak harmonis.

Editor: Gusti Sawabi
Tribunnews.com/Imanuel Nucolas Manafe
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo melaksanakan kampanye di Lapangan Situ Bulet, Kota Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014). 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Soliditas tim pemenangan Jokowi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dinilai tidak harmonis. Hal itu terlihat dari sikap kelompok Puan Maharani yang tidak optimal dalam mendukung pencapresan Jokowi.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, menilai kurang optimalnya dukungan kubu Puan kepada Jokowi lantaran Jusuf Kalla yang terpilih menjadi calon wakil presiden.

"Sinyal kubu Puan tak begitu mendukung Jokowi, sudah dimulai terasa sejak terpilihnya Jusuf sebagai cawapres," ujar Andi saat dihubungi, Rabu (18/6/2014).

Andi menjelaskan, Hal itu disebabkan lantaran kubu pendukung Puan Maharani mendorong Puan Maharani maju sebagai calon wakil presiden dampingi Jokowi, bukan Jusuf Kalla.

"Tentu ini bukan situasi tepat, ketika kesolidan yang diperlukan, tapi ada kelompok yang setengah hati mendukung. Padahal pertarungan hanya bisa dimenangkan dengan cara maksimal. Seluruh daya harus dikerahkan. Soliditas adalah kunci awal. Maka pilihannya hanya soliditas tim dan gerakan jika memang ingin menang," ucap Andi.

Karena itu, Andi menilai yang bisa menengahi adanya kubu-kubu di dalam internal Partai ini hanyalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Megalah yang harus menyingkirkan duri dalam daging tersebut. Pastinya dorongan gerbong pendukung tidak akan bisa kuat dan cepat jika gerbong utamanya lemah," ucap Andi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved