Senin, 26 Januari 2026

Calon Presiden 2014

Ananda Santai Dituding Bukan Relawan Jokowi-JK

"Saya tidak dibayar, saya tak kenal Jokowi-JK. Saya senang-senang dalam mendukung capres-cawapres. Ini aspirasi rakyat Indonesia," kata Ananda.

Editor: Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Ananda Mustajab Latif (berkemeja kotak-kotak) dipertanyakan, karena mengklaim mewakili relawan Jokowi-JK dalam Deklarasi Damai bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman, juga relawan Prabowo-Hatta, di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (21/7/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relawan Jokowi-JK Ananda Mustajab Latif santai, tak dianggap mewakili relawan pasangan urut dua dalam deklarasi damai. Ananda mengatakan dirinya tidak dibayar menjadi relawan Jokowi-JK.

"Saya tidak dibayar, saya tak kenal Jokowi-JK. Saya senang-senang dalam mendukung capres-cawapres. Ini aspirasi rakyat Indonesia," kata Ananda dalam Deklarasi Damai di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (20/7/2014).

Ia juga mengaku kader PDI Perjuangan. Sebagai kader, Ananda taat aturan partai. "Saya buat relawan Gerakan Kebangsaan, enggak ada hubungan elite politik. Saya cuma mau NKRI tetap terjaga berjalan damai," imbuhnya.

Relawan Prabowo-Hatta Erlangga mengaku mendukung Prabowo-Hatta tanpa dibayar. "Relawan adalah orang ikhlas yang menyukseskan siapa yang dia inginkan, yakini sebagai presiden masa depan. Relawan tak ada izinnya," tuturnya.

Ananda dianggap tak mewakili relawan Jokowi-JK dalam Deklarasi Damai. Ia dicurigai mendompleng nama Jokowi-JK. Kemeja kotak-kotak yang dikenakannya juga bermasalah. Karena takut ditunggangi pihak lain, relawan Jokowi-JK diminta tak mengenakan kemeja kotak-kotak namun dilanggar Ananda.

Ketua Projo Nasional Budi Arie Setiadi mengatakan tak pernah ada ajakan relawan Jokowi-JK untuk menghadiri deklarasi yang dihadiri petinggi TNI dan Polri tersebut. "Kami malah merasa tidak pernah dilibatkan," kata Budi terpisah.

Ia mengaku aneh, undangan resmi yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Sutarman, justru diisi orang yang tidak mewakili pasangan Jokowi-JK. "Kan mereka punya ahli intelijen, masa militer enggak tahu hal ini," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved