Ini Data Daya Tampung, Jumlah Pendaftar, hingga Jurusan Terfavorit pada SNBP 2026
Panitia SNPMB 2026 membagikan informasi penting seputar hasil seleksi, termasuk gambaran umum pelaksanaan SNBP tahun ini.
TRIBUNNEWS.COM - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menggelar konferensi pers terkait pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang berlangsung pada 31 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan berbagai informasi penting seputar hasil seleksi, termasuk gambaran umum pelaksanaan SNBP tahun ini.
Melalui konferensi pers tersebut, panitia juga menegaskan bahwa tingkat persaingan dalam SNBP 2026 tetap tinggi, seiring dengan besarnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes ini.
Guna memberikan gambaran yang lebih utuh, Ganesha Operation merangkum sejumlah poin penting yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut, mulai dari data daya tampung, jumlah pendaftar, hingga program studi dengan peminat terbanyak.
Daya Tampung dan Jumlah Pendaftar SNBP 2026
Dalam konferensi pers tersebut, panitia SNPMB 2026 memaparkan data daya tampung perguruan tinggi negeri berdasarkan jalur prestasi.
Untuk PTN akademik, daya tampung melalui jalur SNBP tercatat sebanyak 151.079 kursi, sementara pada PTN vokasi, daya tampung SNBP mencapai 26.929 kursi.
Adapun untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), daya tampung SNBP sebanyak 11.009 kursi.
Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, program Sarjana (S1) masih mendominasi daya tampung dengan jumlah mencapai 149.198 kursi melalui SNBP.
Sementara itu, untuk jenjang Diploma Tiga (D3), daya tampung SNBP tercatat 15.758 kursi dan Diploma Empat (D4) sebanyak 24.061 kursi.
Dari sisi jumlah pendaftar, tren peningkatan juga terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2026, jumlah siswa yang memenuhi kriteria eligibel mencapai 987.248 siswa.
Namun, dari jumlah tersebut, peserta yang benar-benar melakukan pendaftaran SNBP tercatat sebanyak 806.242 siswa.
Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 776.515 pendaftar pada 2025 dan 702.312 pendaftar pada 2024.
Hasil Seleksi SNBP 2026 di PTN Akademik dan Vokasi
Panitia SNPMB 2026 juga memaparkan hasil seleksi SNBP 2026.
Pada PTN akademik, dari total daya tampung yang tersedia, kursi yang terisi mencapai 95,95 persen, yang menunjukkan bahwa sebagian besar kuota telah dimanfaatkan oleh peserta yang lolos seleksi.
Dari sisi jumlah pendaftar, tercatat sebanyak 774.263 peserta memilih PTN akademik melalui jalur SNBP.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20,09% yang berhasil diterima, atau sebanyak 155.543 peserta.
Adapun peserta yang diterima di pilihan pertama tercatat sebanyak 142.212 orang, dan di pilihan kedua sebanyak 13.331 orang.
Persentase kelulusan yang berada di kisaran 20% di PTN Akademik ini menegaskan ketatnya persaingan dalam SNBP.
Panitia menjelaskan bahwa keterbatasan daya tampung menjadi faktor utama yang membuat jumlah penerimaan tidak dapat ditingkatkan secara signifikan.
Perguruan tinggi negeri tidak dapat menambah kuota secara sembarangan tanpa mempertimbangkan kesiapan sumber daya, baik dari sisi dosen maupun infrastruktur pendukung lainnya.
Sementara itu, pada PTN vokasi, jumlah pendaftar SNBP 2026 tercatat sebanyak 77.256 peserta.
Adapun jumlah peserta yang diterima di PTN vokasi mencapai 23.438 orang, dengan rincian 19.381 peserta diterima di pilihan pertama dan 4.057 peserta di pilihan kedua.
Data ini menunjukkan bahwa peluang pada jalur vokasi relatif lebih besar dibandingkan PTN akademik, meskipun tetap kompetitif.
PTN dan Program Studi dengan Peminat Terbanyak
Selain memaparkan data umum, panitia SNPMB 2026 juga mengungkap daftar perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah pendaftar terbanyak pada jalur SNBP 2026.
Berdasarkan data tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia tercatat sebagai PTN akademik dengan jumlah peminat tertinggi.
Sementara itu, pada kategori PTN vokasi, Politeknik Negeri Bandung menjadi institusi dengan pendaftar terbanyak.
Tidak hanya dari sisi perguruan tinggi, persaingan juga terlihat ketat pada tingkat program studi.
Pada PTN akademik, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung menjadi program studi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni mencapai 2.022 peserta.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 95 peserta yang berhasil diterima, mencerminkan tingginya tingkat seleksi pada program studi tersebut.
Sementara itu, pada PTN vokasi, Program Studi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi yang paling diminati dengan total 599 pendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 peserta dinyatakan lolos seleksi.
Secara umum, program studi dengan peminat tinggi masih didominasi oleh bidang-bidang strategis seperti teknik dan kesehatan, yang dinilai memiliki prospek karier yang luas di masa depan.
Hal ini sekaligus menjadi gambaran tren minat siswa dalam memilih jurusan pada SNBP 2026.
KIP Kuliah, Akses Pendidikan bagi Siswa Berprestasi
Dalam konferensi pers tersebut, panitia juga menyoroti program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik, namun terkendala secara ekonomi. Penetapan penerima KIP Kuliah dilakukan berdasarkan status eligibilitas yang mengacu pada data kondisi ekonomi, khususnya pada kelompok desil 1 hingga desil 4 yang mencakup sekitar 110 juta penduduk.
Pada SNBP 2026, tercatat sebanyak 33.045 peserta yang lolos seleksi juga teridentifikasi sebagai penerima KIP Kuliah, baik melalui jalur SNBP maupun seleksi berbasis tes, sehingga program ini diharapkan dapat terus membuka kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa untuk mengakses pendidikan tinggi.
Persaingan Ketat, Persiapan Harus Lebih Matang
Secara keseluruhan, SNBP 2026 kembali menunjukkan tingginya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, di tengah keterbatasan daya tampung yang tersedia.
Data yang dipaparkan dalam konferensi pers ini menjadi gambaran nyata bahwa persaingan masuk PTN tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik, tetapi juga strategi dalam menentukan pilihan.
Bagi siswa yang belum berhasil melalui jalur SNBP, peluang masih terbuka lebar melalui SNBT maupun jalur Mandiri.
Oleh karena itu, persiapan yang lebih matang dan terarah menjadi kunci untuk menghadapi seleksi berikutnya.
Sebagai langkah persiapan, siswa dapat mengikuti program Super Intensif dari Ganesha Operation untuk menghadapi SNBT maupun jalur Mandiri.
Khusus bulan ini, tersedia promo diskon sebesar 15% + 5?gi pendaftar yang melakukan pembelian melalui website resmi Ganesha Operation.
Sementara itu, bagi siswa yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, dapat langsung mengunjungi unit Ganesha Operation terdekat untuk mengetahui berbagai pilihan program dan penawaran lainnya.
Raih peluang masuk PTN favorit bersama Ganesha Operation!
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banner_SNBP-2026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.