Kembangkan Social Emotional Learning di Sekolah Dasar

Sekolah itu seharusnya membangun kemandirian berpikir dan kemerdekaan moral dan pendidikan cenderung mematikan kreativitas anak

Kembangkan Social Emotional Learning di Sekolah Dasar
ist
ILUSTRASI anak sekolah 

Keterampilan sosial emosional ini tidak dapat begitu saja terwujud tanpa proses panjang.

Untuk mewujudkannya, maka seluruh elemen sekolah termasuk guru, murid, dan wali murid, mesti ikut berkontribusi membentuk sosial emosional di lingkungan sekolah.

Galuh Ajeng Oka Bimala, Guru SD Muhammadiyah Sidoarum mengatakan, dalam proses belajar mengajar, baik guru maupun siswa perlu melihat diri sendiri secara utuh dan jujur untuk meningkatkan diri menjadi pribadi pembelajar yang lebih baik.

Baca: Pekerja Pertamina Jadi Guru Sehari dan Beri Bantuan Pendidikan untuk SD Jakarta

Baca: Saat Suara Guru Mengubah Regulasi

Baca: Rossa Merasa Lucu Saat Dicolek Fans yang Masih Sekolah Dasar

"Semua komponen sekolah yang meliputi guru, murid, wali murid, juga perlu bercermin dan bebenah diri agar dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, guru sebagai fasilitator mengemban kewajiban besar untuk memfasilitasi siswa menjadi pembelajar yang mampu membangun relasi dengan dirinya sendiri.

Begitu pula siswa, sebelum bebenah diri, siswa harus terlebih dulu mengenali kekurangan di masa lalu agar dapat memperbaikinya di masa depan.

"Berikut pengalaman anak-anak GSM di SD Muhammadiyah Sidoarum dalam rangka merefleksikan diri dengan menerapkan metode Self Emotional Learning,' katanya.

Siswa yang terlatih terampil secara emosional, maka ia akan semakin terampil memecahkan permasalahan dirinya sendiri, mengendalikan gagasan-gagasan yang negatif dan juga dapat menerima gagasan dari orang lain.

Kehadiran teknologi kini memberikan banyak kemudahan. Guru dapat menggunakan teknologi sebagai cara baru dalam melakukan transfer ilmu di sekolah.

Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Baca: Potret Sekolah di Sabuk Pegunungan Dieng, Satu Kelas Ada yang Hanya 2 Murid, Paling Banyak 7 Murid

Baca: Aurel Pacaran dengan Verrel Bramasta Saat SD, Ashanty Pertanyakan Tugas Anang Selaku Ayah: Diizinin?

Baca: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Siswi SD Ini Kerjanya Membungkus Kerupuk Diupah Rp 3.000-Rp4.500/hari

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved