Virus Corona
Metode Mind Mapping Bisa Jadi Solusi Tingkatkan Fokus Anak Saat Belajar dari Rumah
Anak-anak Indonesia kini terpaksa belajar dari rumah sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus corona.
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mewabahnya virus corona (Covid-19) membuat pemerintah menerapkan sistem kerja, belajar dan beribadah dari rumah. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak.
Anak-anak terpaksa belajar dari rumah sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus ini.
Para orang tua pun kini memiliki tugas tambahan untuk bisa meningkatkan pola asuhnya terhadap anak.
Tentunya ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan 'bonding' dengan anak agar masa #dirumahaja ini bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka.
Director Kalbe Consumer Health, Feni Herawati mengatakan, situasi pandemi ini tentunya menjadi tantangan bagi para orang tua untuk bisa memaksimalkan tumbuh kembang serta pendidikan bagi anak.
Baca: Catatan Mengejutkan di 1.000 Hari Kehadiran Wuling Motors di Pasar Otomotif Indonesia
Karena saat ini anak-anak harus belajar di rumah secara online dan mengikuti instruksi yang diarahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar pendidikan yang baik tetap mereka peroleh.
Baca: Fakta-fakta Video Viral Pengemudi Ojol Meninggal Saat Pesan Makanan, Tergeletak di Depan Kasir
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam agenda Zoom Meeting yang digelar Cerebrofort bertajuk '#MindMappingAnakMasaDepan
Baca: Cerita Krisnawati, Driver Ojol Cantik yang Trauma Diusili Customer Pria
', Selasa (28/4/2020).
"Kami memahami bahwa bertambahnya peran orangtua sebagai pekerja, guru, dan pengasuh anak rentan menyebabkan konflik, sehingga suasana dan hasil belajar anak tidak maksimal," ujar Feni.
Baca: Iis Dahlia Puyeng Tak Punya Pemasukan, Curhat Punya Tagihan Cicilan Rumah Ratusan Juta Rupiah
Sehingga pihaknya pun berkomitmen untuk selalu membantu para orang tua dalam melengkapi kebutuhan nutrisi dan pengasuhan anak, satu diantaranya melalui pengenalan panduan mind mapping.
"Kami percaya bawa setiap anak memiliki potensi menjadi individu dengan pemikiran yang visioner, sehingga mampu berinovasi dan menciptakan masa depannya sendiri yang kami sebut sebagai #AnakMasaDepan," jelas Feni.
Sementara itu, Psikolog sekaligus Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima pun menyebutkan sejumlah keunggulan dari metode mind mapping jika diterapkan kepada anak.
Para anak diyakini akan memiliki daya tangkap dan tingkat fokus yang lebih baik, jika metode ini diaplikasikan kepada mereka.
"Mind Mapping adalah salah satu cara mengelola informasi dan mengatur strategi, melalui pemetaan pikiran. Sehingga dapat membantu mengorganisir informasi, memudahkan daya tangkap dan daya ingat otak dalam memproses informasi, serta meningkatkan engagement seseorang dalam proses belajar," kata Saskhya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kegiatan-belajar-dari-rumah-satu-cinta-indonesia-berbaju-pink-di-bekasi.jpg)