Jumat, 29 Agustus 2025

Apa Itu Teks Persuasif? Berikut Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Teks persuasif adalah teks yang fungsi utamanya memengaruhi pendapat, perasaan, dan perbuatan pembaca. Ini struktur, kaidah kebahasaan dan contohnya.

Penulis: Arif Fajar Nasucha
Pixabay/Hans
Ilustrasi Apa Itu Teks Persuasif? Berikut Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya 

TRIBUNNEWS.COM - Pengertian teks persuasif dapat kamu simak dalam artikel ini.

Selain pengertian, dilengkapi juga struktur, contoh dan kaidah kebahasaan teks persuasif.

Menilik KBBI, teks persuasif adalah teks yang fungsi utamanya memengaruhi pendapat, perasaan, dan perbuatan pembaca.

Persuasif merupakan sifat membujuk secara halus kepada seseorang agar yakin.

Baca juga: Apa Itu Vaksin Nusantara? Ini Pengertian hingga Cara Kerja Vaksin Nusantara

Baca juga: Apa Itu Simbiosis? Berikut Pengertian dan Macam-macamnya

Ilustrasi teks bacaan
Ilustrasi teks bacaan (Pixabay/Hans)

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia kelas VIII SMP/MTs Edisi Revisi 2017 karya E. Kosasih, di dalam teks persuasif terdapat pendapat-pendapat seperti halnya di dalam teks argumentatif.

Di dalam teks persuasif, baik pendapat ataupun fakta digunakan dalam rangka memengaruhi pembaca agar mau mengikuti bujukan-bujukan itu.

Suatu ajakan dalam teks persuasif ditandai dengan kata-kata harus, hendaknya, sebaiknya, usahakanlah, jangan, hindarilah, dan sejenisnya.

Baca juga: Apa Itu Toleransi? Berikut Pengertian, Prinsip, Fungsi, dan Indikatornya

Struktur teks persuasif

Adapun beberapa struktur dalam teks persuasif sebagai berikut:

a. Pengenalan isu, yakni berupa berupa pengantar atau penyampaian tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraannya itu.

b. Rangkaian argumen, yakni berupa sejumlah pendapat penulis/pembicara terkait dengan isu yang dikemukakan pada bagian sebelumnya.

Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumennya itu.

c. Pernyataan ajakan, yakni sebagai inti dari teks persuasi yang di dalamnya dinyatakan dorongan kepada pembaca/pendengarnya untuk melakukan sesuatu.

Pernyataan itu mungkin disampaikan secara tersurat ataupun tersirat.

Adapun kehadiran argumen berfungsi untuk mengarahkan dan memperkuat ajakan-ajakan itu.

d. Penegasan kembali atas pernyataan-pernyataan sebelumnya, yang biasanya ditandai oleh ungkapan-ungkapan seperti demikianlah, dengan demikian, oleh karena itulah.

Baca juga: Apa Itu Kuadrat Sempurna? Berikut Pengertian dan Cotoh serta Cara Menentukan Akar Persamaan

Kaidah kebahasaan teks persuasif

Adapun beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan ketika membuat teks persuasif.

Dalam teks persuasif, kaidah kebahasaan yang berfungsi sebagai penanda utama teks itu adalah terdapatnya penyataan-pernyataan yang mengandung ajakan, dorongan, bujukan, dan sejenisnya.

Contohnya:

1. Padahal, itu penting sekali buat kita ketahui supaya tidak terjerumus ke jalan yang salah.

2. Sekadar mengingatkan saja, sebagai remaja kita punya sepuluh hak reproduksi yang sepantasnya kita pertahankan.

3. Sekali lagi kita harus hati-hati dan waspada dengan situs-situs yang akan kita kunjungi.

4. Jadikanlah wahana yang satu ini sebagai penambah wawasan.

Pernyataan-pernyataan tersebut berupa bujukan ditandai dengan menggunaan kata penting, harus, sepantasnya, dan kata kerja imperatif jadikanlah.

Kata-kata sejenis juga sering pula ditemukan seperti jangan, sebaiknya, hendaknya, waspadalah.

Untuk sampai pada pernyataan-pernyataan seperti itu, di dalam teks persuasi disajikan pula sejumlah pendapat dan fakta.

Fungsinya untuk lebih meyakinkan pembaca sebelum mereka memperoleh bujukan-bujukan.

Untuk menjadikan pembaca lebih terbujuk, penulis mengunakan kata ganti kita.

Kata kita menjadikan tidak ada pembeda antara dirinya dengan para pembaca.

Seolah-olah kepentingan pembaca juga sama-sama merupakan kepentingan penulis.

Itu membuat daya bujuk dalam teks persuasif akan lebih kuat.

Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas.

Berkaitan dengan permasalahan remaja, digunakan kata-kata yang relevan dengan masalah itu, seperti teknologi internet, reproduksi, kenakalan remaja.

Bisa juga menggunakan kata-kata penghubung yang argumentatif.

Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.

Beberapa teks persuasif juga menggunakan kata kerja mental.

Seperti diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga, berpendapat, berasumsi, menyimpulkan.

Baca juga: Apa Itu ASEAN? Berikut Pengertian, Sejarah, Anggota, Tujuan, Prinsip Dasar, dan Bentuk Kerja Sama

Contoh teks persuasif

Sejak terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami itu sering kali bencana tersebut dijadikan sarana untuk memungut uang dari masyarakat.

Banyak organisasi atau kelompok orang tak bertanggung jawab meminta sumbangan untuk korban bencana tersebut.

Mereka beroperasi di atas bus kota, lampu merah, dan pinggir-pinggir jalan lainnya yang mengatasnamakan dinas sosial.

Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati terhadap ulah oknum tersebut.

Kami organisasi Sosial Peduli Kasih, tidak pernah meminta sumbangan dengan cara-cara seperti itu.

Pernyataan-pernyataan yang dimaksud di dalam contoh tersebut sebagai berikut.

a. Sejak terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami itu sering kali bencana tersebut dijadikan sarana untuk memungut uang dari masyarakat.

b. Banyak organisasi atau kelompok orang tak bertanggung jawab meminta sumbangan untuk korban bencana tersebut.

c. Mereka beroperasi di atas bus kota, lampu merah, dan pinggir-pinggir jalan lainnya yang mengatasnamakan dinas sosial.

Sumber buku: Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs K-13 Edisi Revisi 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

(Tribunnews.com/Fajar)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan