Breaking News:

Materi Sekolah

Efek Rumah Kaca: Pengertian, Proses Terjadinya Peningkatan Suhu, Dampak Negatif, dan Penyebabnya

Berikut ini pengertian Efek Rumah Kaca, proses terjadinya peningkatan suhu permukaan Bumi, dampak negatif, penyebab dan cara mencegahnya.

TRIBUN JABAR/ZELPHI
Sampah plastik termasuk penyebab meningkatnya suhu bumi atau efek rumah kaca. 

Beberapa wilayah menjadi lebih basah dan yang lainnya menjadi kering.

3. Efek rumah kaca yang lebih kuat akan menghangatkan suhu lautan dan mencairkan sebagian gletser dan lapisan es hingga berpotensi meningkatkan permukaan laut.

Selain itu, air laut juga akan mengembang jika memanas dan menyebabkan kenaikan permukaan laut.

4. Tingkat karbon dioksida (CO2) atmosfer yang lebih tinggi dapat memberi efek positif dan negatif pada hasil panen.

Beberapa percobaan laboratorium menunjukkan, peningkatan kadar CO2 dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Namun, faktor-faktor lain, seperti perubahan suhu, ozon, dan kendala air dan nutrisi dapat menurunkan hasil panen.

Baca juga: Mengenal Gerakan Bulan Lengkap Beserta Jenis dan Akibat Adanya Gerak Bulan

Penyebab Efek Rumah Kaca

Sampah plastik di pinggir pantai.
Sampah plastik di pinggir pantai. (Pexels.com)

Peningkatan suhu di Bumi disebabkan oleh kondisi yang berada permukaan sehingga lapisan ozon menipis.

Berikut ini beberapa penyebab efek rumah kaca dikutip dari Gramedia:

1. Pembukaan lahan di hutan

Pembukaan lahan di hutan dapat menyebabkan meningkatnya suhu di Bumi.

Manusia yang hendak membuka lahan di hutan untuk keperluan tertentu harus membabat hutan dengan cara penebangan liar atau pembakaran hutan.

Kedua tindakan tersebut dapat mengurangi populasi pohon yang dapat memproduksi oksigen.

Akibatnya Bumi tidak memiliki pasokan penghasil oksigen yang cukup untuk mengurangi suhu yang tinggi.

Gas hasil pembakaran seperti gas pabrik dan kendaraan mengandung karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer Bumi dan mengikis lapisan ozon.

Selain itu, pembakaran hutan juga menyebabkan punahnya satwa hutan maupun terjadinya migrasi satwa hutan besar-besaran ke daerah lain misalnya daerah penduduk.

2.Penggunaan bahan bakar fosil berlebihan

Fosil dari makhluk hidup yang telah terkubur jutaan tahun di Bumi memang dapat dijadikan bahan bakar.

Namun, bahan bakar fosil tersebut memiliki dampak buruk bagi atmosfer Bumi jika digunakan secara berlebihan.

Kandungan yang ada pada bahan bakar fosil juga dapat merusak lapisan atmosfer.

3. Pencemaran Laut

Fungsi laut dalam menjaga suhu Bumi yaitu menyerap karbon dioksida.

Jika laut tercemari oleh limbah seperti sampah plastik dan minyak yang tumpah ke laut dapat merusak ekosistem laut.

Sehingga, laut kehilangan kemampuan untuk menyerap karbon dioksida yang ada di permukaan Bumi.

Selain itu, jika laut tercemar, maka biota laut dapat terancam punah dan mati dalam jumlah besar.

4.  Limbah rumah tangga

Limbah rumah tangga mengandung banyak zat kimia yang dapat menimbulkan gas metana dan karbon dioksida dari bakteri yang bertugas mengurai sampah.

Gas metana dari limbah tersebut akan menguap ke atmosfer dan menjadi bagian penyebab menipisnya lapisan ozon.

5. Limbah industri peternakan

Peternakan berpotensi meningkatkan gas metana di sekitar area peternakan.

Kotoran hewan ternak seperti sapi dapat menghasilkan gas metana yang berakibat pada meningkatnya suhu di Bumi.

Semakin banyak limbah ternak yang tidak diolah, maka semakin berpotensi dalam meningkatkan suhu Bumi melalui gas metana dan gas karbon dioksida.

6. Sampah plastik

Tumpukan sampah plastik di tempat pembuangan sampah dapat berpotensi meningkatkan suhu Bumi.

Gas metana dari tumpukan sampah ikut menyumbang dampak negatif bagi menipisnya lapisan atmosfer.

Selain itu, sampah plastik juga mengandung gas etilen yang jika terkena sinar matahari.

Jika hal ini terjadi terus-menerus dan volume sampah plastik bertambah, maka dapat mempengaruhi peningkatan pemanasan global.

7. Polusi udara

Polusi udara dapat dikategorikan sebagai pencemaran udara melalui asap pabrik dan asap kendaraan yang berasal dari aktivitas manusia.

Manusia perlu mengurangi polusi udara, terutama mereka yang sering bepergian.

Polusi udara ini menghasilkan gas karbon monoksida yang dapat bercampur dengan gas penyebab efek rumah kaca lainnya di udara. 

Baca juga: Pengertian Ekosistem Lengkap Beserta Upaya Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekitar Kita

Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca

Manusia di seluruh dunia memiliki kewajiban menjaga lingkungan masing-masing demi keseimbangan di Bumi.

Kesejahteraan lingkungan di Bumi tergantung dari tindakan manusia dalam menjaga Bumi.

Berikut ini cara menanggulangi efek rumah kaca:

1. Hemat energi listrik

Penggunaan energi listrik yang berlebihan berarti mendukung penggunaan batu bara dalam proses produksinya.

Pembakaran batu bara dapat meningkatkan emisi gas karbondioksida di udara.

Sehingga, manusia perlu menghemat penggunaan energi listrik.

2. Menggunakan pupuk organik

Pupuk organik memiliki khasiat yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Jenis pupuk ini juga ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak tanah maupun dapat menguap ke permukaan atmosfer.

Dengan beralih menggunakan pupuk organik, maka dapat mengurangi emisi gas N2O.

3. Mengolah limbah peternakan

Limbah peternakan berupa gas metana dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh hewan ternak seperti sapi dapat diolah menjadi biogas.

Biogas ini bermanfaat untuk menghidupkan kompor gas.

Selain itu, biogas dari limbah peternakan dapat menjadi sumber alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil.

4. Melakukan reboisasi

Reboisasi adalah kegiatan untuk menghijaukan suatu tempat demi mengurangi efek rumah kaca.

Bumi membutuhkan pohon dan tanaman hijau yang banyak untuk menyerap karbon dioksida di udara.

Pohon hijau tersebut dapat menghasilkan oksigen.

6. Membatasi penggunaan plastik

Banyaknya jumlah sampah plastik memiliki pengaruh besar terhadap efek rumah kaca.

Volume sampah plastik yang banyak dapat menyebabkan muncul gas metana dan gas karbon dioksida dari proses pembakaran sampah plastik.

Solusi untuk masalah ini adalah mengurangi penggunaan plastik misalnya membawa tas kain daripada kantong plastik.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Materi Sekolah

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved