Sabtu, 30 Agustus 2025

Materi Sekolah

Mengenal Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia dan Sistem Penggolongan Darah

Berikut struktur dan fungsi sistem peredaran darah manusia dan sistem penggolongan darah.

Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Daryono
Tribunnews/Herudin
Berikut struktur dan fungsi sistem peredaran darah manusia dan sistem penggolongan darah. 

Ketika sel darah merah berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap oksigen berkurang, sehingga oksigen terlepas dari hemoglobin menuju sel-sel tubuh.

Sebaliknya, saat berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap karbondioksida tinggi.

Karbon dioksida berikatan dengan hemoglobin membentuk karbaminohemoglobin.

Persamaan reaksi kimianya adalah:

Persamaan Reaksi Kimia pada Sel Darah Merah (2)
Persamaan Reaksi Kimia pada Sel Darah Merah (2) (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Sel darah merah yang mengandung karbaminohemoglobin selanjutnya menuju paru-paru.

Di dalam paru-paru karbon dioksida dilepaskan untuk dikeluarkan dari tubuh.

Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah tulang.

Namun, selama dalam kandungan, sel darah merah dibentuk dalam hati dan limpa.

Sel darah merah hanya berusia sekitar 100 - 120 hari.

Sel yang telah tua akan dihancurkan oleh sel makrofag di dalam hati dan limpa.

Selanjutnya, di dalam hati, hemoglobin dirombak, kemudian dijadikan bilirubin (pigmen empedu).

- Sel darah putih (leukosit)

Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki bentuk yang tidak tetap atau bersifat ameboid dan mempunyai inti.

Jumlah sel darah putih tidak sebanyak jumlah sel darah merah, setiap 1 mm3 (1 mm kubik) darah mengandung sekitar 8.000 sel darah putih.

Fungsi utama dari sel darah putih adalah melawan kuman/bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan