Jumat, 15 Mei 2026

Materi Sekolah

Mengenal Lubang Hitam di Luar Angkasa, Black Hole Terjadi karena Ledakan Supernova

Mengenal Lubang Hitam di Luar Angkasa, Black Hole terjadi karena ledakan Supernova atau bintang mati yang sebagian besar hancur di luar angkasa.

Tayang:
Sky News
Lubang hitam supermasif temuan ahli astronom, hasil pindai satelit teleskop nuklir Nuclear Spectroscopic Telescope Array (NuSTAR) milik NASA, Senin (6/7/2015). 

Lubang hitam bisa berukuran besar atau kecil.

Para ilmuwan berpikir, lubang hitam terkecil hanya sebesar satu atom.

Meski lubang hitam ini sangat kecil, namun memiliki massa (jumlah materi) yang setara dengan gunung besar.

Jenis lubang hitam lainnya disebut "bintang".

Massanya bisa sampai 20 kali lebih besar dari massa matahari.

Kemudian, lubang hitam besar disebut "supermasif."

Lubang hitam ini memiliki massa yang lebih dari satu juta matahari.

Para ilmuwan telah menemukan bukti jika setiap galaksi yang besar mengandung lubang hitam supermasif di pusatnya.

Lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti disebut Sagitarius A.

Ia memiliki massa yang setara dengan sekitar empat juta matahari atau lebih besar jutaan kali dari Bumi.

Baca juga: Mengenal Aphelion, Fenomena Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Apa Dampaknya?

Bagaimana Lubang Hitam Terbentuk?

Sebagian besar lubang hitam terbentuk dari sisa-sisa bintang besar yang mati dalam ledakan supernova.

Supernova adalah ledakan bintang yang meledakkan sebagian bintang ke luar angkasa.

Jika massa total bintang cukup besar (sekitar tiga kali massa Matahari), secara teoritis dapat dibuktikan tidak ada gaya yang dapat menahan bintang dari kehancuran karena pengaruh gravitasi.

Namun, saat bintang itu hancur, waktu di bintang tersebut melambat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved