Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Antropologi Kelas 11 Halaman 209-213 Kurikulum Merdeka, Lembar Kerja 3.4
Berikut kunci jawaban Antropologi kelas 11 halaman 209-213 Kurikulum Merdeka, Lembar Kerja 3.4 tentang etnografi perkotaan.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut kunci jawaban Antropologi kelas 11 halaman 209-213 Kurikulum Merdeka.
Pada soal Antropologi kelas 11 halaman 209-213 Kurikulum Merdeka bagian Lembar Kerja 3.4, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai teks bacaan etnografi perkotaan.
Sebelum melihat kunci jawaban Antropologi kelas 11 halaman 209-213 Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan dapat mengerjakan soal secara mandiri.
Lembar Kerja 3.4
1. Apa manfaat etnografi dalam mengetahui permasalahan lingkungan hidup sesuai cerita di atas?
Jawaban:
- Mengetahui respons dan tindakan masyarakat dalam menghadapi permasalahan lingkungan hidup yang menimpa mereka.
- Mengetahui secara lebih rinci permasalahan yang dialami masyarakat.
- Memahami sudut pandang masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup yang dialami.
2. Menurut kalian, ciri etnografi seperti apa yang dapat kalian temukan dari kisah perjalanan yang dilakukan oleh antropolog tersebut?
Jawaban:
- Eksplorasi budaya, karena di dalam kisah tersebut, antropolog menemukan budaya atau kebiasaan masyarakat bantaran kali.
- Data yang tidak terstruktur, yang mana data-data penelitian diperoleh secara acak dari hasil pengamatan selama tinggal di bantaran kali.
- Dilakukan pada satu kelompok atau komunitas, yaitu pada kelompok masyarakat bantaran kali yang hidupnya rawan banjir.
- Holistik atau menyeluruh, karena pengamatan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat Bantaran Kali.
Segala hal yang berhasil diamati menjadi data penting untuk menyusun laporan etnografi.
3. Bagaimana metode pengumpulan data yang digunakan oleh antropolog dalam mengkaji topik tersebut? Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh antropolog dalam melakukan penelitian?
Baca juga: Kunci Jawaban Antropologi Kelas 11 Halaman 194 195 Kurikulum Merdeka, Lembar Kerja 3.3
Jawaban:
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi partisipan.
Hal itu karena antropolog tersebut ikut secara langsung dalam kegiatan penelitian sebagai cara pengumpulan data sampai menemukan pola yang berulang terjadi.
Peneliti berusaha merasakan atau memosisikan diri pada pengalaman informan tersebut dalam kegiatan sehari-harinya atau yang disebut sebagai enkulturasi.
Namun, ada batasan peneliti terkadang dapat menjadi pengamat penuh saja, seperti terkait dengan kesediaan etnografer maupun informan.
Keterbatasan tersebut terkait dengan etika, yaitu bukan sebagai anggota komunitas serta melihat situasi dan kondisi lapangan seperti apa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antropologi-kelas-11-halaman-209-213.jpg)