Selasa, 28 April 2026

Tidak Ada Libur Sekolah Selama Ramadan, Tapi Pembelajaran Agama untuk Siswa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membantah ada wacana meliburkan siswa sekolah selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. 

 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti membantah ada wacana meliburkan siswa sekolah selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Abdul Mu'ti menegaskan tidak ada istilah libur sekolah selama bulan Ramadan 2025 nanti.

Yang ada adalah pembelajaran pada bulan Ramadan yang saat ini masih dibahas bersama sejumlah menteri.

"Jangan pakai kata libur. Tidak ada pernyataan libur Ramadhan, (adanya) pembelajaran di bulan Ramadhan," ujarnya.

Kata kuncinya bukan libur Ramadhan, tapi pembelajaran di bulan Ramadhan," kata Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2025).

Terkait dengan mekanisme pembelajaran saat bulan Ramadan itu, Mu'ti mengatakan tinggal menunggu Surat Edaran (SE) keluar.

"Tinggal tunggu saja terbit surat edaran bersama. Nanti tunggu saja, tunggu sampai SE keluar," ungkap Mu'ti.

Abdul Mu'ti bilang, pemerintah sedang membahas mengenai pembelajarandi bulan Ramadan itu bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

"Kemudian saya dan KSP. Sudah kita bahas lintas kementerian. Sudah ada kesepakatan bersama," ucapnya.

Melansir laporan jurnalis Kompas TV Thifal Solesa, Mu'ti menyebut, terkait hal itu, pihaknya juga masih menunggu kedatangan Menteri Agama Nasaruddin Umar dari Tanah Suci.

"Insya Allah dalam minggu depan sudah selesai, karena draftnya sudah selesai," kata dia.

Baca juga: Keputusan Libur Ramadan 2025 Diumumkan Senin Besok

Nasaruddin sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan untuk meliburkan sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, seperti madrasah dan pondok pesantren.

“Ya, sebetulnya sudah warga Kementerian Agama, khususnya di pondok pesantren, itu libur,” kata Nasaruddin, Senin (30/12/2024).

Menurutnya, kebijakan serupa juga sedang dipikirkan untuk sekolah-sekolah umum dan madrasah.

Nasaruddin meminta masyarakat bersabar menunggu keputusan mengenai wacana libur selama bulan Ramadhan tersebut.

Baca juga: Libur Sekolah selama Ramadan 2025? Ini Penjelasan Mendikdasmen

Sebelumnya, wacana terkait libur sekolah saat Ramadan 2025 itu awalnya disampaikan oleh Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi'i.

Sejauh ini, ada tiga usulan yang dipertimbangkan pemerintah terkait libursekolah selama bulan Ramadan tahun ini.

Pertama, libur penuh selama Ramadan dengan kegiatan keagamaan.

Kedua, libur sebagian, seperti awal Ramadan libur beberapa hari dan masuk kembali hingga menjelang Idul Fitri. 

Ketiga, sekolah tetap masuk penuh seperti biasa.

Romo H. R. Muhammad Syafii, Sekretaris Majelis Kehormatan Partai Gerindra periode 2020-2025.
Wakil Menteri Agama Romo H. R. Muhammad Syafii.

Kebijakan serupa pernah diterapkan pada era pemerintahan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di mana sekolah diliburkan selama satu bulan penuh saat Ramadan

Kebijakan itu dibuat agar sekolah-sekolah membuat kegiatan pesantren kilat dan kegiatan untuk belajar agama Islam.

Wacana itu mengingatkan pada kebijakan yang pernah dilakukan di masa Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pada masanya, Gus Dur meliburkan siswa 1 bulan penuh saat Ramadan.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i mengungkapkan bahwa ada pembicaraan tentang kebijakan libur 1 bulan puasa 2025 tersebut, meski belum dibahas lebih lanjut di lingkungan Kementerian Agama. 

“(Iya) sudah ada wacana (libur selama puasa). Oh kami belum bahas, tapi bacaannya kayaknya ada, tapi saya belum bahas itu,” kata Syafi’i dikutip dari kompas.com. 

Kebijakan libur selama Ramadhan sendiri sangat dikenang oleh banyak orang, khususnya bagi anak-anak sekolah di era 1990-an hingga awal 2000-an yang merasakan langsung manfaatnya. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut memberi penjelasan, bahwa pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan untuk meliburkan sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, seperti madrasah dan pondok pesantren. 

“Ya, sebetulnya sudah warga Kementerian Agama, khususnya di pondok pesantren, itu libur,” kata Nasaruddin. 

Menurutnya, kebijakan serupa juga sedang dipikirkan untuk sekolah-sekolah umum dan madrasah. 

Nasarudin meminta bersabar menunggu keputusan mengenai wacana libur selama bulan Ramadhan tersebut. 

Sementara itu, pengamat sosial dan keagamaan, Anwar Abbas, menyambut baik wacana ini. 

Menurutnya, libur sekolah selama Ramadhan bisa memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih memahami esensi bulan suci. 

“Adanya rencana dari Kemenag untuk meliburkan anak-anak selama bulan puasa patut disambut gembira agar anak-anak tahu bulan puasa itu adalah bulan suci yang harus dihormati,” ujarnya. 

Namun, ia juga menegaskan bahwa pendidikan tetap bisa dilakukan secara daring, jadi siswa tetap bisa belajar meskipun tidak masuk sekolah. 

Kementerian Agama sendiri masih merumuskan kebijakan ini, dan keputusan finalnya diperkirakan akan segera diumumkan.

Sumber: Tribun Jatim

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved