Peluang Beasiswa Studi di Austria untuk Pelajar Indonesia
Dapatkan wawasan tentang beasiswa di Austria dari ahli dan penerima beasiswa langsung!
TRIBUNNEWS.COM - Dalam upaya meningkatkan minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Austria menggelar webinar mengenai beasiswa studi di Austria, Sabtu (1/2/2025).
Acara ini didukung oleh kantor urusan internasional dari 43 universitas dan institut di Indonesia dan dihadiri oleh 170 peserta.
Webinar ini dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria dan Slovenia, Damos Dumoli Agusman.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Austria memiliki sejarah panjang dalam dunia akademik dan penelitian, menghasilkan banyak ilmuwan terkemuka seperti Gregor Mendel, Sigmund Freud, dan Wolfgang Amadeus Mozart.
"Jangan ragu untuk melanjutkan studi di Austria. Pendidikan di sini berkualitas tinggi ditambah dengan banyaknya peluang beasiswa yang tersedia," ungkapnya.
Bagaimana Dengan Beasiswa dari Universitas di Austria?
Edo Danilyan, seorang mahasiswa PhD di University of Vienna yang mendapatkan beasiswa PhD Position, menjelaskan bahwa banyak universitas di Austria menawarkan beasiswa internal.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pelajar internasional untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dengan dukungan finansial.
Umar Chamdan, penerima beasiswa LPDP yang kini sedang menempuh program Magister Hukum (LLM) di University of Vienna, membagikan informasi mengenai beasiswa LPDP.
Ia menjelaskan bahwa beasiswa ini memiliki berbagai jalur seleksi yang dibuka hingga 17 Februari.
"Memilih universitas di Vienna dapat meningkatkan peluang memperoleh Letter of Acceptance (LoA) karena persaingan yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain," tegasnya.
Selain itu, Malikhatul Lailia, penerima beasiswa IASP di Universitas Klagenfurt, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk dosen.
Beasiswa ini tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga tunjangan hidup bagi keluarga penerima, dengan pendaftaran yang dibuka hingga 1 Maret 2025.
Bagaimana Cara Sukses Mendapatkan Beasiswa?
Muhammad Ikhsan, penerima Ernst Mach Grant (EMG) ASEAUNINET 2024, memberikan wawasan tentang cara sukses mendapatkan beasiswa.
Ia menekankan pentingnya mendapatkan supervisor dan menyusun proposal penelitian yang baik, karena faktor ini menjadi poin utama dalam seleksi administratif.
Menariknya, beasiswa ini tidak mensyaratkan skor minimum bahasa Inggris, tetapi dua surat rekomendasi menjadi faktor penentu dalam proses seleksi.
Pendaftaran untuk beasiswa ini terbuka hingga 31 Maret 2025.
Apa Harapan PPI Austria untuk Peserta Webinar?
Ketua PPI Austria, Mirza Nuryady, menyampaikan harapan terkait dampak positif dari acara ini.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, khususnya di Eropa. Austria merupakan destinasi studi yang masih kurang dikenal, padahal memiliki banyak keunggulan akademik serta peluang beasiswa yang menarik," tegasnya.
Dengan banyaknya peluang beasiswa yang tersedia dan kualitas pendidikan yang tinggi, PPI Austria berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia tertarik untuk mengeksplorasi peluang studi di Austria.
Webinar ini diharapkan dapat memperluas akses informasi dan mendukung generasi muda Indonesia dalam meraih pendidikan berkualitas di kancah internasional.
Ke depan, PPI Austria berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna mendukung cita-cita pendidikan pelajar Indonesia di luar negeri.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PPI-Austria-gelar-Webinar-Beasiswa-Studi-d.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.