Profil STT Global Glow Indonesia, Beri Beasiswa S2 untuk Ferdy Sambo, Ditjen Pas: Program Kerja Sama
Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, dikabarkan tercatat sebagai mahasiswa S2 STT Global Glow Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Beredar di media sosial, Ferdy Sambo mengikuti program S2 STT Global Glow Indonesia.
- Ditjen Pas mengonfirmasi hal tersebut, mengatakan Ferdy Sambo menerima beasiswa S2 dari STT Global Glow Indonesia.
- Program beasiswa itu merupakan kerja sama Lapas Kelas IIA Cibinong dengan STT Global Glow Indonesia.
TRIBUNNEWS.com - Mantan Kadiv Propam Polri yang juga terdakwa pembunuhan terhadap anak buahnya Brigadir J atau Nofriansyah Joshua Hutabarat, Ferdy Sambo, dikabarkan meraih gelar Magister (S2) dari Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTGGI).
Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti.
Rika membenarkan Sambo memang mengikuti perkuliahan S2 di STTGGI yang digelar secara daring.
Sebagai informasi, Sambo saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rika menjelaskan, Sambo mengikuti kuliah S2 lewat beasiswa dari STTGGI yang merupakan kerja sama antara pihak kampus dengan Lapas Kelas IIA Cibinong.
"Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo," jelas Rika, Rabu (13/5/2026), dilansir Kompas.com.
Baca juga: Ferdy Sambo Dapat Gelar S2, Ditjen PAS Pastikan Sambo Ikuti Kuliah Online, Ini Penjelasannya
Tak hanya Sambo, warga binaan lain juga ada yang melanjutkan pendidikan formal mereka lewat paket A, B, hingga C.
Rika menjelaskan, setidaknya ada 88 warga binaan yang melanjutkan pendidikannya, bahkan sampai ke perguruan tinggi, sejak 2024.
Hal ini, ujarnya, merupakan hak dasar warga binaan yang tercantum dalam Pasal 9 Huruf C UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
"Di Lapas Cibinong semua warga binaan diberi kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan formal, seperti yang saat ini terus berjalan yaitu pendidikan kejar paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi," urai Rika kepada Tribunnews.com, Kamis (15/5/2026).
"Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat," lanjutnya.
Ia pun mencontohkan salah satunya seperti Lapas Pemuda Tangerang yang juga sudah menerapkan hal serupa.
Sejak 2019 hingga saaat ini, Lapas Pemuda Tangerang menyelenggarakan perkuliahan bagi warga binaan dengan nama kampus kehidupan bekerja sama dengan beberapa universitas.
"Bahkan Lapas Pemuda Tangerang telah menghasilkan puluhan sarjana-sarjana dari dalam lapas," ungkapnya.
Diketahui, kabar Sambo tercatat sebagai mahasiswa S2 STTGGI beredar di media sosial.