Sertifikasi Artificial Intelligence Diperlukan Guna Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa di Level Global
para pelaku bisnis di Indonesia perlu memahami cyber security untuk melindungi data sensitif, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menghindari risiko
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Sertifikasi Artificial Intelligence Diperlukan Guna Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa di Level Global
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan teknologi informasi yang pesat dalam era digital telah menyebabkan banyak perubahan besar dalam berbagai bidang, antara lain bidang bisnis.
Menurut Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Bunda Mulia, Dr Fransiskus Adikara, para pelaku bisnis perlu memahami dampak positif dari emerging technology karena dapat membantu bisnis menjadi lebih efisien, efektif, dan kompetitif.
Baca juga: KSP Gelar Pertemuan dengan Artificial Intelligence Institute for Progress, Apa yang Dibahas?
Atas hal itu, artificial Intelligence (AI), Data Science, Data Ethics, dan Cyber Security menjadi kemampuan yang harus dimiliki oleh para mahasiswa dan akademisi.
"Bisnis yang mampu mengikuti perkembangan teknologi terbaru akan memiliki keunggulan yang signifikan dalam persaingan di pasar," ujar Dr Fransiskus Adikara melalui keterangan tertulis, Minggu (2/3/2025).
"Pemanfaatan AI misalnya, dapat mengotomatisasi tugas-tugas rutin, meningkatkan personalisasi layanan, dan meningkatkan efisiensi operasional," tambahnya.
Karena urgensi tersebut, Universitas Bunda Mulia melalui BM Academy menjalin kemitraan strategis dengan CertNexus, penyedia sertifikasi internasional di bidang emerging technology, khususnya bidang Artificial Intelligence (AI), Data Science, Data Ethics, dan Cyber Security.
Kolaborasi ini bertujuan untuk membekali para pelaku bisnis di Indonesia, akademisi dan mahasiswa dengan kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara global di bidang emerging technology.
Frans juga menyoroti pentingnya pelaku bisnis memahami data ethics.
"Banyak yang membicarakan isu etika data, namun kurang paham aplikasinya. Kami sengaja memilih secara spesifik sertifikasi internasional dalam etika data, karena pemahaman mengenai etika data dapat membantu bisnis membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan reputasi, dan menghindari masalah hukum," katanya.

Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Program Studi AI di Universitas Bunda Mulia, Dr Hery Heryanto, mengatakan, lewat kolaborasi ini, pihaknya berupaya meningkatkan kompetensi para mahasiswa.
Lewat proses sertifikasi, para mahasiswa yang menjalani, kata dia, akan memiliki kompetensi di level global.
"Kemitraan ini memungkinkan kami untuk memberikan mahasiswa akses ke sertifikasi industri yang relevan dan mutakhir, yang akan meningkatkan kompetensi dan prospek karier mereka secara signifikan," kata Hery.
Desmond Devendran, PhD, salah seorang Direktur di Logical Operations yang membawahkan CertNexus, juga Master Trainer CertNexus menyampaikan dukungan dalam sertifikasi ini.
"Kami dapat membantu para pelaku bisnis, akademisi dan mahasiswa di Indonesia untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi di bidang emerging technology secara internasional," ujarnya.
Ditambahkan, para pelaku bisnis di Indonesia perlu memahami cyber security untuk melindungi data sensitif, menjaga kepercayaan pelanggan, dan menghindari risiko finansial.
Di Hadapan Para Bupati, Prabowo Singgung Kajian Harvard soal Ketahanan Peradaban |
![]() |
---|
Ribuan Pelajar Ramaikan Merdeka Science Olympiad 2025 di Universitas Negeri Medan |
![]() |
---|
Ahli Hukum Pidana Sebut Publik Berhak Tahu Dokumen Asli Ijazah Jokowi: Ini Bukan Rahasia Pribadi |
![]() |
---|
Rektor UT Sapa 181 Ribu Mahasiswa Baru: Bukti Pendidikan Terbuka untuk Semua |
![]() |
---|
Pengamat: Jika UGM Lindungi Jokowi Terus Bisa Coreng Kredibilitas Kampus & Kepercayaan Publik Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.