Rektor UT Sapa 181 Ribu Mahasiswa Baru: Bukti Pendidikan Terbuka untuk Semua
Universitas Terbuka (UT) sambut mahasiswa baru 2025/2026 lewat acara Rektor Menyapa di UTCC. Prof. Ali tekankan belajar mandiri dan fleksibel.
Penulis:
Yosephin Pasaribu
TRIBUNNEWS.COM - Universitas Terbuka (UT) menggelar acara ‘Rektor Menyapa Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil’ pada Rabu (27/08/2025) di Universitas Terbuka Convention UT (UTCC), Tangerang Selatan.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyambut mahasiswa baru dari seluruh Indonesia sekaligus menegaskan komitmen UT dalam menghadirkan Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas.
Acara dibuka dengan sambutan resmi Rektor UT periode 2025-2030, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si, yang baru saja dilantik.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan dan semangatnya agar mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka.
Prof. Ali pun menekankan pentingnya peran UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang memberi kesempatan bagi semua kalangan.
“Mahasiswa UT itu harus disiplin, mandiri, dan mampu mengatur waktu, karena sistem belajar jarak jauh menuntut kemandirian yang tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mahasiswa UT akan dipastikan lulus tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat gelar, sekaligus membuka jalan bagi prestasi nasional maupun internasional.
Suasana penyambutan ini berlangsung khidmat dengan prosesi pemasangan almamater secara simbolis kepada mahasiswa baru yang hadir secara offline di UTCC maupun daring, sebagai tanda resmi dimulainya perjalanan akademik mereka di Universitas Terbuka.
Pada kesempatan yang sama, UT menghadirkan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) yang menyampaikan orasi ilmiah tentang dinamika pendidikan tinggi di era digital.
Untuk membekali para mahasiswa baru, UT juga mengundang Dr. M. Jeffri Arlinandes Chandra, S.H., M.H., selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Hukum UT untuk membagikan ‘Tips Belajar Mandiri’.
Baca juga: Prof. Dr. Ali Muktiyanto Dilantik sebagai Rektor Baru UT, Usung Visi Meneguhkan Kewibawaan
Strategi Rektor UT Menuju World Class University
Dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai 181.000 orang pada tahun akademik 2025/2026, UT makin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi terbesar di Indonesia sekaligus mitra strategis pemerintah dalam peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
Dalam sesi wawancara bersama media, Prof. Ali Muktiyanto memaparkan arah kebijakan UT untuk lima tahun mendatang dengan fokus menuju World Class University. Menurutnya, salah satu tolok ukur universitas berkelas dunia adalah kekuatan riset dan rekognisi internasional.
“Langkah pertama yang ingin saya lakukan adalah meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas riset agar memiliki dampak nyata. Kami akan mengoptimalkan peran 35 guru besar UT untuk memimpin tim riset, masing-masing dengan target 15 publikasi internasional bereputasi per tahun, dan minimal lima diantaranya bisa dihilirisasi atau dimonetisasi,” ungkap Prof. Ali.
Dengan perhitungan ini, lanjutnya, UT memiliki target untuk menghasilkan 300 riset unggulan setiap tahun yang berkontribusi langsung pada pembangunan bangsa.
“Selain riset, UT juga berkomitmen mempercepat peningkatan kualitas dosen. Sebab, dosen adalah kunci reputasi akademik,” tutur Prof. Ali.
Untuk itu, UT akan mendorong percepatan studi S3 baik di dalam maupun luar negeri melalui berbagai skema pembiayaan. Nantinya, setiap fakultas akan mendapat kuota 5 dosen untuk studi doktoral luar negeri dengan total 25 slot beasiswa penuh.
Pembelajaran Mandiri, tapi Tidak Sendiri
Melalui kegiatan Rektor Menyapa, UT menegaskan kembali perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan tanpa batas, menjangkau masyarakat hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Dalam kesempatan ini, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikti Saintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., mengapresiasi kehadiran UT yang telah menjadi solusi nyata bagi bangsa Indonesia dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
“Melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, UT membuka kesempatan belajar bagi siapa pun, baik di dalam negeri, di pelosok daerah, bahkan di luar negeri. Inilah kekuatan utama UT dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Perluas Akses Pendidikan, UT Jadi Mitra Strategis Kemendikdasmen dalam PJJ Sekolah Menengah
Sejalan dengan misi tersebut, Prof. Ali menegaskan bahwa meski berbasis pendidikan jarak jauh, mahasiswa UT tidak belajar sendirian.
“Mahasiswa UT memang belajar mandiri, tetapi bukan berarti belajar sendiri. Kami memiliki 39 kantor UT daerah dan lebih dari 800 Sentra Layanan UT (SALUT) yang bisa menjadi ruang interaksi mahasiswa, tempat diskusi, hingga wadah kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kami siap memberikan pembinaan bahkan dukungan dana agar mahasiswa aktif berorganisasi,” jelasnya.
Komitmen ini selaras dengan Asta Cita ke-4, yaitu meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan tinggi untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Prof. Ali juga mengajak mahasiswa baru UT untuk memanfaatkan kesempatan belajar ini sebaik-baiknya.
“Kami berharap mahasiswa UT tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga tumbuh sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan keluarga, komunitas, dan daerah masing-masing,” pungkasnya.
Baca juga: UT Resmikan Gedung Prof. Setijadi dan Gerbang Depan UT Pusat, Simbol Komitmen jadi Kampus Berdampak
Wisuda Universitas Terbuka Wilayah 3 Diwarnai Sederet Momen Inspiratif |
![]() |
---|
Kuliah Sambil Bangun Bisnis? UT Buka Prodi Baru Kewirausahaan Berbasis Praktik |
![]() |
---|
Keterbukaan Informasi Publik yang Akuntabel dan Transparan Jadi Fondasi Tata Kelola UT |
![]() |
---|
UT Tekankan Pentingnya Life Skill dan Perencanaan Keuangan di Seminar Wisuda 2025 |
![]() |
---|
UT Bahas Inovasi Tata Kelola Publik dan Integrasi Audit-SDM lewat Acara Bedah Buku Dosen-Dosennya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.