Ibas Pastikan Bakal Kawal Regulasi dan Insentif untuk Penulis
Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan akan terus mendengar, bekerja
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Glery Lazuardi
"Yang awalnya berbasis online, pendekatan dengan peralatan teknologi, hari ini kembali pada proses konservatif, menggunakan buku, pembelajaran melalui teks book. Artinya Indonesia tidak tertinggal untuk pengembangan dunia pendidikan, dunia baca, tulis, dan lainnya,” papar Ibas.
Sehingga, Ibas mengajak untuk sama-sama memberikan dorongan, dukungan dan memastikan agar kita semua bisa terus mempromosikan buku-buku.
"Melalui pameran buku atau bisa kita lakukan dengan international book fair, kolaborasi serupa di tingkat nasional dan tingkat dunia, memastikan minat baca anak kita semakin meningkat,” katanya.
Ibas mendorong agar jumlah buku yang beredar semakin besar, berkualitas, dan bervariasi.
Baca juga: Penulis Korea Selatan Han Kang Pemenang Nobel Sastra 2024
"Kita dorong agar jumlah buku beredar pun semakin besar. Berkualitas, apalagi buku-bukunya melegakan pikiran, memberikan kreativitas. Bukan buku negatif, yang hoax, yang keluar dari sebuah etika kehidupan bangsa,” tegasnya.
Dia menyampaikan perlunya lebih sering memberikan penghargaan dan apresiasi kepada penulis melalui berbagai event. “Literasi bukan sekedar membaca, tapi juga mengambil makna dari setiap kata.”
Ibas optimis negara ini memiliki kesempatan menciptakan sumber daya yang unggul. “Mengutip yang disampaikan Lewis Carrol dalam buku ‘Alice’s Advantures in Wonderland’: It’s no use going back to yesterday. Because I was a different person then.”
“Setiap perjalanan hidup seperti buku, selalu menghadirkan bab baru dalam kehidupan. Karenanya kita jangan terus terpaku pada masa lalu, tapi kita gapai masa depan penuh tantangan. Setuju ya..?” yang langsung dijawab “Setuju..” oleh seluruh peserta.
Di akhir sambutannya, Ibas mengajak bersama-sama untuk menjaga asa, terus maju, dan berkarya.
"Akhirnya teman-teman yang cerdas dan kreatif. Mari jaga asa kita untuk terus maju, berkarya, demi menjaga warisan intelektual bangsa. Semoga diskusi ini menjadi penyemangat dan sebagai landasan kita semua dalam merancang kebijakan yang lebih progresif, inklusif dan berkelanjutan. “
“Membaca dan menulis bukan hanya ekspresi diri tapi merupakan bagian dari memajukan Ibu Pertiwi. Teruslah membaca dan menulis. Berbagi cerita dan menginspirasi,” pungkasnya.
Baca juga: Penulis Israel: Netanyahu Tak Mau Perang Berakhir, Pembunuhan Pimpinan Hamas-Hizbullah Tak Berguna
Senada dengan yang disampaikan Ibas, Meisya Sallwa, penulis novel sekaligus peserta acara menyampaikan harapannya agar Pemerintah dapat bergerak bersama memberikan efek jera pada tindakan plagiarism.
"Banyak sekali buku di plagiat, tapi tidak ada tindakan yang memberikan efek jera. Sebagai penulis banyak efek buruk, tidak hanya berdampak pada penulis tapi seluruh industri penulisan yang dirugikan. Semoga pemerintah bergerak bersama membuat kebijakan yang memberikan efek jera pada plagiarism. Bisa diberikan langkah konkret untuk disosialisasikan lebih luas lagi,” katanya.
Pada acara ini hadir beberapa peserta yang merupakan penulis perempuan, di antaranya Meisya Sallwa, Grace Reinda, Fayanna Allisha, Nadzira Shafa Askar, Erisca Febriani, dan lain sebagainya.
Hadir pula Anggota FPD DPR RI Sabam Sinaga, Raja Faisal Manganju Sitorus, dan Faujia Helga Br. Tampubolon.
Refleksi Hari Konstitusi: Bangsa yang Besar Berpijak pada Jati Diri dan Landasan Hukum |
![]() |
---|
Ibas: PPHN Jadi Kompas Pembangunan Nasional yang Menjamin Keberlanjutan Lintas Rezim |
![]() |
---|
HUT RI ke-80, Ibas: Mari Tumbuh, Bersatu, dan Berjuang Maju untuk Indonesia Lebih Baik |
![]() |
---|
Waka MPR Edhie Baskoro Dorong UMKM Gula Jawa Pacitan Go Digital |
![]() |
---|
Tanggapi soal Bendera One Piece, IBAS: Merah Putih Tetap Lambang Kebanggaan Kita! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.