Selasa, 5 Mei 2026

Sekolah Rakyat

Siswa Sekolah Rakyat Dilarang Bawa HP, Pola Tidur Wajib Jam 9 Malam

Aturan ketat diterapkan di Sekolah Rakyat: siswa tak boleh bawa ponsel dan wajib tidur sebelum jam 9 malam. Tujuannya?

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Tribunnews/Fahdi Fahlevi
SEKOLAH RAKYAT - Suasana uji coba Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Kamis (10/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekolah Rakyat melarang siswa membawa handphone dan mewajibkan tidur pukul 9 malam demi membentuk karakter disiplin dan membebaskan mereka dari ketergantungan gadget.

Kepala Sekolah Rakyat Sentra Handayani Jakarta Timur, Regut Sutrasto, menegaskan pihaknya melarang siswa membawa handphone selama mengikuti program pendidikan. Aturan ini berlaku penuh, termasuk akhir pekan.

“Enggak boleh (bawa ponsel). Sabtu-Minggu juga tidak boleh,” ujar Regut di Sentra Handayani, Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mencegah ketergantungan anak-anak terhadap gadget.

Sebagai pengganti komunikasi langsung, Sekolah Rakyat menunjuk wali asuh sebagai penghubung antara siswa dan orang tua.

“Kalau orang tua mau kontak anak, bisa lewat wali asuh. Satu wali asuh mendampingi 10 anak dan mengawasi kegiatan keagamaannya,” jelas Regut.

Bangun Subuh, Tidur Teratur, Ibadah Diutamakan

Tak hanya larangan gawai, para siswa juga diajarkan disiplin waktu tidur dan bangun.

Regut menyebut, kebiasaan anak tidur larut malam perlahan diubah menjadi pola hidup sehat.

“Bagaimana mengubah pola anak yang biasanya jam 10 malam belum tidur, jam 11 malam belum tidur. Kita ajarkan jam 9 malam sudah tidur, anak-anak sudah harus istirahat,” katanya.

Dengan pola tersebut, anak-anak dibiasakan bangun lebih pagi untuk salat subuh berjamaah di musala bersama-sama.

Baca juga: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren, Menag Bentuk Tim Khusus Pencegahan

Anak-Anak Justru Antusias, Guru Termotivasi

Meski aturannya cukup ketat, para siswa diklaim menikmati seluruh proses pembelajaran.

Bagi para guru, semangat anak-anak menjadi energi tersendiri untuk terus membimbing.

“(Murid-murid) pada senang, alhamdulilah. Dan itu jadi amunisi kita ya, para guru, untuk terus semangat membimbing mereka,” pungkas Regut.

Ekspansi Sekolah Rakyat di 100 Titik Seluruh Indonesia

RENOVASI SEKOLAH RAKYAT - Progres renovasi Sekolah Rakyat tahap I per 22 Juni 2025 mencapai 61,78 persen. Target penyelesaian proyek ini adalah 8 Juli 2025.
RENOVASI SEKOLAH RAKYAT - Progres renovasi Sekolah Rakyat tahap I per 22 Juni 2025 mencapai 61,78 persen. Target penyelesaian proyek ini adalah 8 Juli 2025. (dok.)

Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 akan dimulai bulan Juli ini dan diterapkan di 100 lokasi rintisan di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 63 titik akan memulai masa matrikulasi pada 14 Juli 2025, sementara sisanya 37 titik menyusul pada akhir bulan.

Sekolah Rakyat menjadi bagian dari inisiatif pemerintah untuk menyentuh kelompok marjinal dengan pendekatan pendidikan karakter dan religius yang kuat, sambil menjauhkan mereka dari pengaruh negatif teknologi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved