Senin, 13 April 2026

Dua Siswa Indonesia Persembahkan Prestasi di Olimpiade Sains Dunia 2025

International Physics Olympiad adalah kompetisi sains tingkat dunia khusus bidang fisika yang ditujukan bagi siswa SMA terbaik

HandOut/IST
JUARA SAINS - Delegasi Indonesia di ajang olimpiade sains dunia yaitu ajang International Physics Olympiad (IPhO) dan International Olympiad in Informatics (IOI) 2025. Dua siswa SMA Kesatuan Bangsa yaitu Gusti Komang Abhika Atmaja yang memperkuat tim International Physics Olympiad dan Hanif Achdan Pietoyo yang memperkuat tim International Olympiad in Informatics. Abhika menyumbang gelar honorable mention di ajang kompetisi fisika pelajar paling bergengsi ini. Sedangkan dalam IOI yang digelar di Bolivia 27 Juli hingga 3 Agustus 2025, Hanif menyumbang medali perunggu untuk kompetisi informatika pelajar dunia. 

Dua Siswa Indonesia Persembahkan Prestasi di Olimpiade Sains Dunia 2025

Rina Ayu Panca Rini/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Nama Indonesia kembali berkibar di ajang kompetisi sains dunia berkat dua siswa SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, Yogyakarta, Gusti Komang Abhika Atmaja dan Hanif Achdan Pietoyo. 


Keduanya sukses menorehkan prestasi di International Physics Olympiad (IPhO) dan International Olympiad in Informatics (IOI) 2025.

Baca juga: Singkirkan Ribuan Peserta, Siswa SMP dari Surabaya Jadi Juara Dunia Olimpiade Matematika di Manila


International Physics Olympiad adalah kompetisi sains tingkat dunia khusus bidang fisika yang ditujukan bagi siswa SMA terbaik dari berbagai negara. Ajang ini pertama kali digelar pada tahun 1967 di Warsawa, Polandia, dan kini diikuti lebih dari 80 negara setiap tahunnya.


Kompetisi terdiri dari dua bagian utama, yaitu ujian teori dan ujian eksperimen. Ujian teori menguji pemahaman konsep fisika tingkat lanjut, sedangkan ujian eksperimen menilai keterampilan laboratorium serta kemampuan analisis data peserta. Dari hasil tersebut, peserta berhak meraih medali emas, perak, perunggu, atau honorable mention.


Tujuan IPhO bukan hanya menentukan pemenang, tetapi juga mendorong minat generasi muda pada fisika, memacu kreativitas ilmiah, dan mempererat hubungan antarbangsa melalui sains. Indonesia sendiri sudah aktif mengirimkan delegasi sejak 1980-an dan secara konsisten menorehkan prestasi di ajang ini.


Adapun International Olympiad in Informatics (IOI) adalah olimpiade sains internasional di bidang informatika atau ilmu komputer yang ditujukan bagi siswa SMA dari seluruh dunia. Kompetisi ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989 di Bulgaria dan kini menjadi salah satu olimpiade sains internasional paling bergengsi bersama IPhO, IMO, dan IChO.


Dalam IOI, peserta diuji kemampuan berpikir algoritmik, logika, serta pemrograman komputer untuk menyelesaikan persoalan kompleks. Mereka harus menuliskan solusi dalam bentuk program komputer yang efisien, benar, dan optimal. Setiap negara biasanya mengirimkan tim berisi maksimal 4 siswa serta 2 pembina.


Bersaing dengan SIswa Terbaik di Dunia


Abhika tampil di IPhO 2025 di Perancis (18–24 Juli) dan menyumbangkan gelar honorable mention bagi tim Indonesia.


Sementara itu, Hanif yang turun di IOI 2025 di Bolivia (27 Juli–3 Agustus) berhasil mempersembahkan medali perunggu di ajang informatika tingkat dunia.


“Prestasi ini membuktikan bahwa pelajar Indonesia bisa bersaing dengan siswa terbaik dunia. Kami sangat bangga dengan pencapaian Abhika dan Hanif,” ujar Kepala SMA Kesatuan Bangsa, Husen Abdillah, dikutip Minggu (17/8/20205).


Keduanya bukan pendatang baru di dunia kompetisi sains. Abhika dan Hanif lebih dulu menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2023 dan 2024. Namun, untuk masuk ke tim nasional, mereka tetap harus melewati seleksi ketat dan pelatihan panjang oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).


Sebelum bertarung di tingkat dunia, Abhika mengikuti pemanasan di Asian Physics Olympiad (APhO) di Arab Saudi (4–12 Mei 2025) dan kembali membawa pulang honorable mention dari 333 peserta asal 90 negara. Sedangkan Hanif diturunkan di Asia Pacific Informatics Olympiad (APIO) di Uzbekistan (17–18 Mei 2025) dan sukses meraih medali perak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved