Senin, 13 April 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dukung Penguatan Kapasitas Pemuda dalam Diplomasi

Sebanyak 200 delegasi dari 61 sekolah dan perguruan tinggi di Jabodetabek maupun luar daerah turut berpartisipasi dalam agenda internasional ini

Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/HO
PENGUATAN GENERASI MUDA -  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed sampaikan sambutan di konferensi AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN pada 11-12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi, Jawa Barat. Ajang ini merupakan instrumen penting dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang kompetitif. 

Ringkasan Berita:
  • 200 delegasi dari 61 sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek maupun luar daerah berpartisipasi dalam kegiatan MUN Presents Al-Muhajirien MUN yang digelar pertengahan April 2026
  • Ajang yang digelar International Global Network (IGN) merupakan instrumen penting dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang kompetitif
  • Melalui MUN, siswa peserta dihadapkan pada isu-isu global, beragam perspektif, dan diplomasi dunia nyata
 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, mendukung penguatan kapasitas generasi muda melalui kegiatan simulasi sidang PBB atau Model United Nations (MUN). 

Menurutnya, ajang ini merupakan instrumen penting dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri konferensi Asia Youth International Model United Nations atau AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN yang berlangsung, 11-12 April 2026 di Four Points by Sheraton Bekasi. 

Sebanyak 200 delegasi dari 61 sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek maupun luar daerah turut berpartisipasi dalam agenda internasional ini.

"Program ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang kuat melalui kompetisi sehat di berbagai bidang guna menyambut Generasi Emas 2045. Ini juga selaras dengan visi kami, 'Pendidikan Bermutu untuk Semua', di mana pendidikan yang baik menyiapkan kita menjadi pemimpin global," ujar Prof. Abdul Mu’ti.

Konferensi ini diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai.

Presiden IGN, Muhammad Fahrizal, menjelaskan bahwa MUN lebih dari sekadar simulasi, melainkan pengalaman belajar transformatif yang melatih berpikir kritis dan diplomasi.

Baca juga: Pablo Benua Sebut Penguatan Pendidikan Hukum Dinilai Penting untuk Tingkatkan Kualitas SDM

"Melalui MUN, siswa dihadapkan pada isu-isu global, beragam perspektif, dan diplomasi dunia nyata. Partisipasi dalam program seperti AYIMUN menunjukkan inisiatif, kesadaran global, pemikiran kritis, dan keterampilan komunikasi. Dengan demikian, dengan senang hati saya secara resmi menyambut Anda di AYIMUN Presents Al-Muhajirien MUN,” terangnya.

Sementara, Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, H. M. Syafiudin, B.Comm, ST, menjelaskan bahwa salah satu program yang diperoleh siswa kami di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirin Jakapermai adalah program AGILE yang berkolaborasi dengan International Global Network.

AGILE, menurut dia, menjadi bagian dari program besar Global Perspectives dengan assessment akhir mengikuti program Al-Muhajirien MUN, sebagai wadah menerapkan keterampilan tersebut secara nyata.

Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, yang turut hadir di kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai Kota Bekasi membutuhkan anak muda yang memiliki keterampilan sebagai komunikator dan negosiator ulung.

“Di sini kalian belajar menyampaikan gagasan dan bernegosiasi. Skill ini sangat dibutuhkan, terutama oleh kota besar seperti Bekasi,” kata Tri Adhianto.

Dalam konferensi ini, para delegasi dibagi ke dalam dua dewan utama untuk membahas isu krusial dunia.

Adapun, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk peserta junior (usia 11-14 tahun) dengan topik "Tackling Cyberbullying: Ensuring Safe and Friendly Onlines Spaces for Students".

Sementara World Health Organization (WHO) untuk peserta regular (15 tahun ke atas) dengan topik "Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine While Ensuring Scientific Validation".

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved