Senin, 13 April 2026

UIN Raden Mas Said Gelar Program Literasi Santri di Salatiga untuk Perkuat Moderasi Beragama

Santri dan pemuda lintas agama di Salatiga diajak suarakan moderasi beragama lewat literasi, UIN Raden Mas Said jadi penggerak.

Editor: Sri Juliati
ISTIMEWA/BAKHRUL AMAL
LITERASI SANTRI - Tim Moderasi Beragama UIN Raden Mas Said Surakarta mulai melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Literasi Bagi Santri di Salatiga Sebagai Upaya Menyebarluaskan Ide dan Gagasan Moderasi Beragama". 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Moderasi Beragama UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk "Penguatan Literasi bagi Santri di Salatiga sebagai Upaya Menyebarluaskan Ide dan Gagasan Moderasi Beragama."

Program yang dipimpin Dr Bakhrul Amal (Ketua) bersama Syafawi Qadzafi, M.A. (Sekretaris) ini bertujuan memperkuat kemampuan literasi santri dan pemuda lintas agama agar mampu menyuarakan nilai toleransi, kerukunan, serta moderasi beragama melalui karya tulis yang inspiratif.

Sejak awal, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menitikberatkan pada pemanfaatan potensi dan kekuatan masyarakat.

Pendekatan ini meliputi lima tahap: Discovery (penemuan potensi), Dream (perumusan harapan bersama), Design (perencanaan strategis), Define (pelaksanaan program), dan Destiny (keberlanjutan kegiatan).

Tiga tahap awal—Discovery, Dream, dan Design—telah dilaksanakan di Salatiga.  Tahap Discovery dilakukan dengan pemetaan potensi di pesantren dan komunitas lintas agama.

Tahap Dream melahirkan visi bersama tentang pentingnya literasi sebagai sarana menyebarkan pesan moderasi beragama.

Selanjutnya, tahap Design menghasilkan rencana pelaksanaan kegiatan, termasuk seminar puncak yang dijadwalkan pada 4 Oktober 2025.

Acara puncak akan digelar dalam bentuk Seminar Literasi dan Moderasi Beragama menghadirkan penulis nasional Agus Mulyadi, atau yang akrab dikenal sebagai Agus Magelangan.

Dengan gaya penulisan yang sederhana, humoris, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Agus diharapkan mampu memotivasi peserta untuk menulis tentang moderasi beragama dengan bahasa yang ringan namun sarat makna.

Kegiatan ini juga menggandeng tokoh lokal sebagai mitra strategis, seperti Hadami dari Pondok Pesantren Nurul Asna.

Ia berperan menjembatani komunikasi dengan kalangan pesantren, serta Khasan, pegiat toleransi di Salatiga yang aktif mendorong terciptanya ruang dialog lintas agama melalui literasi.

Baca juga: UIN Raden Mas Said Surakarta Bantu Desa Ciptakan Ekonomi Kreatif yang Berkelanjutan

Setelah seminar, program akan berlanjut ke tahap Define dan Destiny.

Agenda tersebut mencakup pelatihan menulis, seleksi naskah, hingga penerbitan buku ber-ISBN yang berisi karya peserta.

Sebagai penutup, akan digelar Bedah Buku di Masjid Zayed yang mempertemukan penulis muda, akademisi, dan masyarakat untuk mendiskusikan gagasan moderasi beragama dalam karya yang diterbitkan.

Ketua Tim Moderasi Beragama, Dr Bakhrul Amal menegaskan pentingnya literasi sebagai sarana memperkuat dialog antaragama. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved