Universitas Terbuka Selenggarakan ICoMUS 2025, Wujudkan Kolaborasi dan Inovasi Riset Global
Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan The 4th ICoMUS 2025, Kamis (16/10/2025) untuk mendorong pengembangan riset tingkat global
TRIBUNNEWS.COM - Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan The 4th International Conference on Multidisciplinary Academic Studies (ICoMUS 2025) pada Kamis (16/10/2025) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) secara hybrid. Mengusung tema “Collaborative Research and Global Mobility: Foundations of Future Research Excellence,” kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan riset di tingkat global.
ICoMUS 2025 merupakan agenda tahunan Universitas Terbuka dan menjadi salah satu forum penting bagi para peneliti untuk mendiseminasikan berbagai hasil penelitian dari beragam bidang keahlian serta berbagi pengalaman internasional. Melalui kegiatan ini, UT juga berupaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah guna memenuhi indikator kinerja utama (IKU) universitas.
Konferensi ini menghadirkan Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Rektor IPB University sebagai Keynote Speaker, serta sejumlah Panel Speakers dari kalangan akademisi dan pemerintah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri (Australia dan Malaysia). Mereka berbagi pengetahuan, pengalaman, semangat, serta inspirasi dalam memajukan dunia penelitian.
Panel speakers yang hadir di antaranya adalah Prof. Dr. Jesmond Sammut dari UNSW, Sydney (Australia); Prof. Dr. Yusniza Binti Kamarulzaman dari University of Malaya (Malaysia); dan Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D, selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
ICoMUS 2025 juga mengundang dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka sebagai upaya mendorong keunggulan dalam menangani berbagai isu nasional, khususnya di bidang penelitian ilmiah.
Baca juga: Gelar Bakti Sosial, Universitas Terbuka Berikan Layanan Pemeriksaan Mata Gratis Kepada 500 Siswa
Kompleksitas tantangan yang dihadapi dunia saat ini menuntut keterlibatan berbagai disiplin ilmu dan kolaborasi lintas batas, baik domestik maupun internasional. Dengan bekerja sama, para peneliti dapat mengintegrasikan beragam perspektif untuk memberikan solusi yang lebih komprehensif terhadap permasalahan yang kompleks.
Misalnya, dalam mengatasi perubahan iklim dibutuhkan pendekatan dari ilmu lingkungan, sosial, ekonomi, hingga teknologi untuk menemukan solusi berkelanjutan. Sinergi semacam ini membentuk fondasi pendekatan multidisiplin dalam penelitian.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Terbuka meyakini bahwa kualitas penelitian tidak hanya diukur dari kedalaman analisis ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia. Oleh karena itu, UT memandang pentingnya membangun ekosistem akademik yang mendukung inovasi, memperkuat jejaring global, serta mendorong mobilitas peneliti.
Melalui pertukaran pengetahuan lintas batas dan kolaborasi antaruniversitas, UT berharap dapat mempercepat kemajuan ilmiah sekaligus meningkatkan daya saing penelitian Indonesia di tingkat internasional. Semoga melalui ICoMUS 2025, UT dapat terus bersinergi dalam mendorong pengembangan kegiatan penelitian di masa mendatang.(*)
Baca juga: UT Tegaskan Komitmen Kolaborasi Akademik di Rapat Pleno dan PKM Internasional APSMBI 2025
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UT-ICOMUS-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.