Senin, 13 April 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Antropologi Kelas 11 Halaman 39: Lembar Kegiatan 1.6 Refleksi

Kunci jawaban Antropologi kelas 11 halaman 39 Kurikulum Merdeka Lembar Kegiatan Peserta Didik 1.6 refleksi manfaat belajar antropologi.

|
jatengprov.go.id
ILUSTRASI SISWA SMA - Ilustrasi Siswa sedang berada di kelas, diunduh dari jatengprov.go.id pada Senin (12/6/2023). Simak Kunci jawaban Antropologi kelas 11 halaman 39 Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNNEWS.COM – Pada buku Antropologi siswa kelas 11 SMA halaman 39 mempelajari tentang refleksi manfaat belajar antropologi.

Pada materi Antropologi kelas 11 halaman 39 kali ini, siswa diminta untuk menjawab soal pada Lembar Kegiatan Peserta Didik 1.6.

Buku pelajaran Antropologi Kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 39 ini merupakan karangan Tri Joko Sri Haryono, dkk. terbitan Kemdikbudristek tahun 2024 edisi Revisi.

Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku Antropologi kelas 11 halaman 39 pada soal Lembar Kegiatan Peserta Didik 1.6.

Baca juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas 4 Halaman 8 Kurikulum Merdeka Bab 1: Ayo Berlatih 1.2

Lembar Kegiatan Peserta Didik 1.6

Judul Kegiatan: Merefleksikan Manfaat Belajar Antropologi

Peserta didik dapat mengidentifikasikan dan menjelaskan manfaat belajar antropologi dari salah satu kasus yang ada di sekitar kita atau di Indonesia yang terkait dengan perbedaan pandangan atau cara hidup/cara berpikir dan berakibat terjadinya perselisihan atau pertikaian antar kelompok atau antargolongan.

1. Buat kelompok terdiri dari 4-5 peserta!

2. Silakan mencari bacaan dari sumber-sumber referensi di internet baik dari jurnal maupun berita media mainstream!

3. Jelaskan kasus yang terjadi berdasarkan sumber bacaan!

4. Lakukan analisis manfaat atau pembelajaran apa yang didapat dari kasus tersebut dari sudut pandang antropologi

Baca juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas 4 Halaman 3 Kurikulum Merdeka Bab 1: Pertanyaan Pemantik

JAWABAN

1. Contoh Kasus yang Bisa Dikaji

Salah satu kasus menarik untuk dianalisis dari sudut antropologi adalah kerusuhan Mei 1998 di Indonesia, terutama konflik yang menargetkan masyarakat Tionghoa. 

Kasus ini relevan karena melibatkan perbedaan identitas etnis, stereotip, kesenjangan sosial, dan konflik antar kelompok dalam konteks sosial-politik.

Atau kalian bisa memilih kasus yang lebih lokal dekat tempat tinggal kalian (misalnya konflik antar warga di daerah tertentu, perbedaan adat, konflik agama kecil, dsb). Tapi untuk contoh di sini saya pakai kasus Mei 1998 agar cukup “berdaging” untuk dianalisis.

2. Penjelasan Kasus: Kerusuhan Mei 1998

Berikut ringkasan kejadian berdasarkan sumber:

  • Pada Mei 1998, di tengah krisis ekonomi Asia, kerusuhan massal melanda berbagai kota besar di Indonesia, terutama Jakarta, Medan, Surakarta. 
  • Salah satu aspek yang paling tragis adalah kekerasan yang ditujukan terhadap warga Tionghoa—toko-toko milik etnis Tionghoa dibakar, rumah dirusak, dan beberapa orang tewas.
  • Motifnya kompleks: selain faktor ekonomi (kemiskinan, kelangkaan bahan pokok, pengangguran), juga muncul sentimen etnis dan stereotip terhadap komunitas Tionghoa sebagai “kelompok kaya”, “kelompok asing”, dsb.
  • Krisis politik dan lemahnya kontrol keamanan saat rezim Orde Baru mulai goyah juga berkontribusi terhadap eskalasi kekerasan. Pemerintah dan institusi keamanan kurang mampu meredam gejolak massa.
  • Dampaknya sangat besar: ratusan hingga ribuan jiwa terluka/tewas, kerusakan harta benda besar-besaran, trauma sosial antar komunitas, dan dinamika identitas kolektif yang berubah. 
  • Dari sudut antropologi, kasus ini menarik karena mengungkap bagaimana identitas etnis, stereotip, interaksi sosial, dan struktur kekuasaan bisa memicu konflik brutal ketika kondisi ekonomi & politik memburuk.

Jadi, manfaat belajar antropologi dari kasus ini adalah:

  1. Memahami bagaimana konflik antar kelompok muncul bukan secara kebetulan, tetapi dipengaruhi oleh faktor budaya + struktur sosial + politik.
  2. Membekali kita dengan kerangka berpikir kritis terhadap identitas, stereotip, dan hubungan kekuasaan dalam masyarakat majemuk.
  3. Membantu merancang solusi (rekonsiliasi, dialog, kebijakan inklusif) berbasis pemahaman budaya agar konflik serupa dapat dicegah atau dikelola lebih baik.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 8 Halaman 153, Worksheet 3.11 Section 3

Disclaimer:

  • Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved