Selasa, 28 April 2026

Rumah Anak SIGAP

FOTO Merekam Perubahan, Jejak Pertumbuhan di Rumah Anak SIGAP Bandarharjo

Melalui pendekatan komunitas, program ini tidak hanya mendampingi keluarga, tetapi juga mendorong perubahan perilaku kolektif

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
MAIN BOLA - Anak penerima manfaat Rumah Anak SIGAP Bandarharjo bermain bola saat Kelas Bermain Bersama, Bandarharjo, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
ANAK MENARI - Anak penerima manfaat Rumah Anak SIGAP Bandarharjo menari saat Kelas Bermain Bersama, Bandarharjo, Semarang Utara, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
BACA BUKU - Wali anak membersamai anak penerima manfaat saat Kelas Bermain Bersama Kelompok Bintang Pijar umur 12-24 bulan Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
ANAK BERMAIN - Wali anak mengawasi saat Kelas Bermain Bersama Kelompok Bintang Pijar umur 12-24 bulan Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
BELAJAR GAMBAR - Fasilitator mengajar anak penerima manfaat Kelas Bermain Bersama Kelompok Bintang Pijar umur 12-24 bulan Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
DAMPINGI ANAK - Wali atau orangtua anak penerima manfaat Kelas Bermain Bersama Kelompok Bintang Pijar umur 12-24 bulan Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025)
Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
PENGEMBANGAN USIA DINI - Kegiatan Bermain Bersama anak Kelompok Bintang Pijar umur 12-24 bulan di Rumah Anak SIGAP Bandarharjo, Semarang, Rabu (12/11/2025)

Selain perubahan pada anak, para orang tua juga merasakan perbedaan besar dalam cara mereka mengasuh.

Banyak peserta yang kini lebih sabar, tidak mudah marah, dan lebih memahami kebutuhan emosional anak.

Mereka juga mulai meninggalkan mitos-mitos pengasuhan—seperti larangan tertentu pada ibu hamil atau anggapan bahwa anak akan berkembang “sendiri”—dan beralih pada pola pengasuhan berbasis ilmu yang mereka pelajari di kelas.

Fasilitas pendampingan individual turut membantu orang tua mengatasi tantangan spesifik di rumah, terutama terkait nutrisi, menyusui, hingga pengelolaan stres.

Rumah Anak SIGAP Bandarharjo juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pencegahan stunting melalui penguatan literasi gizi dan praktik pengasuhan sehat.

Pemerintah Kota Semarang menilai keberadaan Rumah Anak SIGAP sebagai bagian penting dalam mendorong keluarga memahami peran pengasuhan dalam kesehatan dan perkembangan anak.

Melalui pendekatan komunitas, program ini tidak hanya mendampingi keluarga satu per satu, tetapi juga mendorong perubahan perilaku kolektif di lingkungan sekitar.

Model layanan seperti ini diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

Dengan memberikan stimulasi yang tepat, lingkungan yang mendukung, dan pengasuhan yang berkualitas, Rumah Anak SIGAP membantu memastikan anak-anak tumbuh optimal di masa paling kritis dalam hidup mereka.

Program ini telah membuktikan bahwa ketika orang tua mendapatkan pengetahuan yang benar dan dukungan sosial yang memadai, kualitas pengasuhan meningkat dan perkembangan anak pun bergerak ke arah yang lebih baik.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved