Rumah Anak SIGAP
FOTO Merekam Perubahan, Jejak Pertumbuhan di Rumah Anak SIGAP Bandarharjo
Melalui pendekatan komunitas, program ini tidak hanya mendampingi keluarga, tetapi juga mendorong perubahan perilaku kolektif
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sri Juliati dan Facundo Chrysnha P
TRIBUNNEWS.COM - Rumah Anak SIGAP di Bandarharjo menjadi salah satu pusat layanan pengasuhan dan stimulasi anak usia dini yang dihadirkan Tanoto Foundation bersama pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat fondasi perkembangan anak sejak usia 0–3 tahun.
Program ini dibangun dengan konsep komunitas yang memungkinkan orang tua dan anak belajar secara bersamaan dalam lingkungan yang terstruktur.
Anak-anak mendapatkan stimulasi perkembangan sesuai tahap usia, sementara orang tua mengikuti kelas pengasuhan untuk memahami cara mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka dengan lebih tepat.
Di Bandarharjo, Rumah Anak SIGAP berfungsi sebagai ruang aman untuk anak belajar sambil bermain.
Fasilitator membantu anak melatih kemampuan motorik, bahasa, sosial-emosional, hingga kemandirian melalui permainan yang dirancang khusus.
Sementara itu, para orang tua mengikuti sesi tematik yang membahas pola makan sehat, cara merespons tantrum, literasi gizi, hingga komunikasi positif.
Banyak orang tua mengaku bahwa sebelum mengikuti program ini, mereka kurang memahami pentingnya stimulasi pada usia dini dan cenderung mengandalkan pola asuh turun-temurun yang belum tentu sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Program ini memberikan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku keluarga.
Sejumlah orang tua menuturkan bahwa anak mereka mulai menunjukkan perkembangan yang jelas, seperti peningkatan kemampuan bicara, keberanian berinteraksi, serta kemampuan mengikuti instruksi sederhana.
Salah satu orang tua bahkan menyampaikan bahwa anaknya yang sebelumnya pasif dan lebih banyak bermain gawai kini menjadi lebih komunikatif, mampu merapikan barang-barangnya sendiri, dan mulai suka bercerita setelah rutin mengikuti aktivitas di Rumah Anak SIGAP.
Seperti yang dialami oleh Tri Wahyuni, warga RT 3 RW 2, yang hampir tak pernah absen mengikuti kegiatan di sana.
Baca juga: Risiko 57 Persen Balita Tidak Berkembang Optimal, Pengasuhan Berkualitas Ubah Pola Perkembangan Anak
Setiap Rabu sore, ia datang bersama putranya, Alenta Putra Wahyudi, yang kini berusia 18 bulan.
Hadir di Rumah Anak SIGAP, bagi Tri, bukan sekadar menemani anak bermain, tetapi juga kesempatan untuk belajar ulang tentang pola pengasuhan. Ia mengaku mulai membawa Alenta sejak usianya baru empat bulan.
"Saya senang kalau anak bisa main sambil belajar. Di rumah kadang saya bingung harus kasih stimulasi apa. Di sini saya jadi ikut belajar," kata dia.