Sabtu, 9 Mei 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Manajemen Logistik Kelas 11 Halaman 32, Aktivitas 1.9

Soal ini terdapat pada buku Manajemen Logistik SMK/MAK/ Kelas XI Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Halaman 32, bagian Aktivitas 1.9.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Siswa mengisi soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama di SMK Bandung Selatan 1 dan 2, Jalan Terusan Borobudur, Komplek Cibaduyut Permai, Kota Bandung, Senin (14/4/2014). Soal ini terdapat pada buku Manajemen Logistik SMK/MAK/ Kelas XI Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Halaman 32, bagian Aktivitas 1.9. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Manajemen Logistik untuk SMK/MAK Kelas XI, siswa tidak hanya diajak memahami konsep dasar rantai pasok, tetapi juga dilatih untuk membaca kasus nyata dan menghubungkannya dengan kondisi industri di lapangan. 

Pendekatan ini penting karena manajemen logistik bukan sekadar teori, melainkan keterampilan praktis yang sangat menentukan kelancaran distribusi barang dalam berbagai sektor usaha.

Materi ini terdapat pada Bab I: Manajemen Rantai Pasok, tepatnya pada Aktivitas 1.9 di halaman 32–34.

Pada bagian ini, siswa diminta menganalisis sebuah kasus yang menggambarkan permasalahan logistik dalam rantai pasok pangan, mulai dari kesalahan prakiraan permintaan, kendala transportasi, manajemen inventaris yang kurang efektif, hingga ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan.

Melalui aktivitas ini, siswa diajak untuk memahami bagaimana setiap mata rantai dalam supply chain saling berhubungan dan dapat menimbulkan dampak yang besar ketika terjadi ketidakefisienan. 

Siswa dilatih untuk mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi faktor-faktor logistik yang memengaruhi food loss maupun food waste, serta merumuskan solusi yang tepat berdasarkan prinsip manajemen rantai pasok modern.

Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis, pemahaman situasional terhadap dinamika industri pangan, serta keterampilan merancang strategi logistik yang efektif dan efisien. 

Dengan pendekatan tersebut, siswa semakin menyadari bahwa manajemen logistik memiliki peran penting tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi stabilitas ketersediaan pangan di masyarakat.

Materi ini disajikan pada buku karya Dela Dewi Ramdani dan Sulistyawati, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Berikut adalah Kunci Jawaban Manajemen Logistik Kelas 11 Halaman 32–34, Aktivitas 1.9, yang dapat digunakan untuk membantu memverifikasi pemahaman siswa terhadap materi tersebut.

Kunci Jawaban Manajemen Logistik Kelas 11 Halaman 32 Kurikulum Merdeka

Baca juga: Kunci Jawaban Manajemen Logistik Kelas 11 Halaman 30 31, Aktivitas 1.8

Aktivitas 1.9

Untuk mengerjakan Aktivitas ini, silakan kalian perhatikan kasus industri berikut, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaannya.

2) Pertanyaan Diskusi

a) Berdasarkan artikel tersebut, apa saja faktor logistik yang menyebabkan terjadinya limbah makanan (food loss dan food waste)? Jelaskan minimal dua faktor!

Jawaban:

Berdasarkan artikel, beberapa faktor logistik yang menjadi penyebab utama food loss dan food waste antara lain:

1. Masalah Transportasi dan Distribusi

Produk segar seperti sayur, buah, susu, dan telur memerlukan penanganan khusus (misalnya cold chain).

Jika transportasi terhambat (misalnya akibat lockdown atau kemacetan logistik), produk terlambat tiba dan menjadi kadaluarsa.

Salah perencanaan rute dan keterlambatan distribusi membuat komoditas rusak atau tidak layak jual.

2. Manajemen Inventaris dan Penyimpanan yang Buruk

Banyak produk memiliki umur simpan pendek, sehingga penyimpanan harus tepat.

Aturan penyimpanan atau pengaturan gudang yang tidak baik (misalnya tidak menjaga suhu, FIFO tidak berjalan) menyebabkan barang rusak sebelum dijual.

Kurangnya koordinasi sehingga produk yang mendekati kadaluarsa tidak cepat disalurkan.

3. Kesalahan Prakiraan Permintaan (Demand Forecasting)

Ketidakpastian permintaan konsumen membuat produsen memproduksi terlalu banyak atau mengirim ke lokasi yang salah.

Akibatnya terjadi surplus di satu tempat dan kekurangan di tempat lain, yang membuat produk menumpuk dan terbuang.

4. Gangguan Eksternal, seperti Pandemi Covid-19

Lockdown membuat rantai pasok terhambat.

Banyak restoran tutup sehingga permintaan turun drastis, menyebabkan supplier membuang produk segar.

Dua faktor utama yang paling signifikan adalah:

(1) masalah transportasi & cold chain, (2) manajemen inventaris & penyimpanan yang buruk.

b) Salah satu permasalahan dalam rantai pasok pangan adalah ketidaksesuaian antara suplai dan permintaan. Diskusikan bersama teman-teman:

● Bagaimana cara logistik yang baik dapat membantu mengatasi masalah surplus dan defisit suplai?

Jawaban:

1. Bagaimana logistik yang baik dapat membantu mengatasi masalah surplus dan defisit suplai?

Logistik yang baik dapat:

a. Mengoptimalkan Distribusi

Dengan sistem monitoring real-time, produk yang berlebih di satu wilayah bisa segera dipindahkan ke wilayah yang kekurangan.

b. Meningkatkan Ketepatan Prakiraan (Demand Forecasting)

Menggunakan data historis, tren konsumsi, dan teknologi (misalnya big data) untuk memprediksi permintaan lebih akurat.

c. Memperkuat Sistem Cold Chain

Memastikan barang sensitif tetap aman selama perjalanan sehingga makanan tidak cepat rusak meski distribusi berubah.

d. Mengatur Inventaris Secara Tepat

Menggunakan mekanisme FIFO/FEFO (First In First Out / First Expired First Out) agar produk yang hampir kadaluarsa diprioritaskan distribusinya.

● Berikan contoh tindakan logistik yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut!

Jawaban:

Contoh tindakan logistik yang dapat dilakukan:

  • Redistribusi cepat dari daerah surplus ke daerah defisit menggunakan dashboard informasi stok nasional.
  • Penguatan cold storage di pusat distribusi untuk memperpanjang umur simpan.
  • Kerja sama dengan platform digital untuk memantau stok secara real-time (contoh: aplikasi pelacakan stok dan penjualan).
  • Mengurangi bottleneck distribusi, seperti menambah armada transportasi atau mempercepat izin logistik saat keadaan darurat.
  • Kemitraan dengan Food Bank atau Food Rescue, agar produk mendekati kadaluarsa cepat disalurkan ke konsumen yang membutuhkan agar tidak terbuang.

3) Berdasarkan hasil pengamatanmu, apakah ada permasalahan logistik serupa di Indonesia? Jelaskan contohnya dan diskusikan solusinya bersama teman-teman!

Jawaban:

Contoh nyata di Indonesia:

1. Food Loss pada Komoditas Pertanian (Sayur & Buah)

Petani kesulitan mendistribusikan hasil panen karena akses transportasi buruk.

Banyak sayur/buah membusuk sebelum sampai ke kota.

2. Surplus Produksi Susu atau Telur saat Pandemi

Seperti di artikel, peternak ayam dan sapi Indonesia juga mengalami hal yang sama:
ketika restoran atau hotel tutup, permintaan turun drastis sehingga banyak telur/susu dibuang.

3. Cold Chain yang Tidak Merata

Indonesia kekurangan fasilitas cold storage, terutama di daerah luar Jawa.

Akibatnya ikan segar, daging, dan produk susu banyak yang rusak selama distribusi.

Solusi yang dapat didiskusikan:

a. Membangun pusat distribusi pangan modern

Dengan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Membantu menjaga kualitas makanan lebih lama.

b. Meningkatkan infrastruktur transportasi

Jalan, pelabuhan, dan akses logistik diperbaiki agar distribusi lebih lancar.

c. Sistem informasi stok nasional digital

Pemerintah bisa membuat platform yang menghubungkan petani, distributor, retail, dan konsumen.

Meminimalkan mismatch permintaan-suplai.

d. Edukasi manajemen pascapanen kepada petani

Pengemasan, penyortiran, dan penyimpanan yang baik dapat mengurangi food loss.

e. Penguatan kerja sama dengan food bank lokal

Agar makanan yang mendekati kadaluarsa tidak terbuang.

Disclaimer:

  • Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(Tribunnews.com/Farra)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved