Penerimaan Mahasiswa Baru
PMB PTKIN 2026 Segera Dibuka, Berikut Jadwal Pendaftaran SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN
Jadwal Pengisian PDSS SPAN-PTKIN dilakukan mulai 5 Januari 2026, sementara Pendaftaran UM-PTKIN dimulai 13 April 2026.
Ringkasan Berita:
- Kemenag dan Forum Rektor PTKIN resmi meluncurkan PMB PTKIN 2026 dengan sistem seleksi yang lebih modern dan berdampak nyata bagi masyarakat.
- Total daya tampung PMB PTKIN 2026 menyediakan 186.889 kursi melalui jalur SPAN, UMPTKIN, dan Mandiri
- Jadwal Pengisian PDSS SPAN-PTKIN dilakukan mulai 5 Januari 2026, sementara Pendaftaran UM-PTKIN dimulai 13 April 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) bersama Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) secara resmi meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026.
Seluruh pimpinan PTKIN berkomitmen akan menghadirkan sistem seleksi yang lebih modern dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Forum Rektor PTKIN, Masnun Tahir, mengungkapkan bahwa fokus utama tahun ini adalah memastikan tidak ada talenta hebat yang terlewat hanya karena kendala akses.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan digitalisasi untuk menjangkau setiap sudut Indonesia.
"Kita ingin PTKIN menjadi destinasi utama bagi generasi muda. Oleh karena itu, sistem kita harus inklusif. Tidak boleh ada sekat bagi santri di pondok pesantren maupun siswa di daerah terpencil untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Strategi komunikasi akan kita buat lebih masif agar informasi sampai ke pelosok," ujar Masnun, dikutip dari ptkin.ac.id, Senin (22/12/2025).
Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya PTKIN untuk berani berinovasi dan berpikir "out of the box" demi menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Menag secara khusus menyoroti perlunya Evaluasi Sistem Integrasi Keilmuan yang selama ini menjadi ciri khas PTKIN.
Menurutnya, PTKIN harus memastikan bahwa integrasi ini benar-benar berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Islam dan umum.
"Sudah saatnya kita mengevaluasi program studi. Fokuskan pada program studi yang diminati masyarakat dan mampu menghasilkan lulusan terbaik, sehingga kita dapat mengurangi tingkat pengangguran pada alumni PTKIN," ujar Menag.
Ia menegaskan bahwa keunggulan perguruan tinggi harus diukur dari daya terima masyarakat terhadap lulusannya.
Lebih lanjut, Menag meminta adanya Kolaborasi Antar-PTKIN, termasuk melalui skema merger atau penggabungan, sebagai langkah efisiensi dan penghematan anggaran.
Baca juga: Kemenag Siapkan Beasiswa Golden Ticket, Bisa Langsung Diterima di PTKIN Tanpa Tes
Terkait dengan minimnya peminat pada jurusan tertentu, Menag menyarankan agar Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) melakukan pemantauan di seluruh Indonesia.
"Coba berikan beasiswa supaya banyak peminatnya. Kriteria pemberian beasiswa itu disesuaikan dengan kebutuhan kita (PTKIN)," pesannya.
Menag juga mengusulkan diterapkannya sistem Accelerated Learning untuk pendidikan Islam, dengan mempertimbangkan perbedaan intensitas kecerdasan setiap individu.
"Beri hak pada anak-anak yang cerdas untuk selesai kuliah lebih cepat. Kecerdasan anak bisa dan harus diukur, itu adalah tugas kita." tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menag-ptikn-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.