Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban PKN Kelas 7 Halaman 143: Aktivitas 6.2 Peristiwa Proklamasi
Jawaban PKN kelas 7 halaman 143 Kurikulum Merdeka soal pada Aktivitas 6.2 tentang peristiwa proklamasi.
TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) siswa kelas 7 SMP halaman 143 membahas tentang peristiwa proklamasi.
Dalam materi PKN kelas 7 halaman 143, siswa diminta untuk menjawab soal pertanyaan pada Aktivitas 6.2.
Buku pelajaran PKN Kelas 7 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Lukman Surya Saputra, dkk. terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017.
Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku PKN kelas 7 halaman 143 "Aktivitas 6.2".
Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 184 Aktivitas 7.4 Bab 7 Kurikulum Merdeka
Uji Kompetensi 6.2
- Ceritakan kembali peristiwa sebelum proklamasi dilaksanakan dalam bentuk tulisan.
- Mengapa terjadi ketegangan antara golongan pemuda dan golongan tua dalam menentukan proklamasi?
- Sebutkan minimal empat tokoh pendiri negara dengan perannya masing-masing dalam peristiwa proklamasi.
Buatlah tulisan menarik yang berisi aktivitas 6.2 tersebut. Kumpulkan kepada guru kalian.
Baca juga: Rincian Formasi PPPK Kementerian HAM 2026, Lengkap dengan Syarat dan Cara Daftarnya
KUNCI JAWABAN:
-
Peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, bangsa Indonesia berada dalam situasi yang penuh ketegangan dan harapan. Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Peristiwa ini menjadi kabar penting bagi para tokoh bangsa karena menandai berakhirnya kekuasaan Jepang di Indonesia dan membuka kesempatan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.Mendengar kabar tersebut, para pemuda mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan tanpa menunggu keputusan Jepang. Mereka berpendapat bahwa proklamasi harus dilakukan atas kehendak rakyat Indonesia sendiri. Namun, golongan tua seperti Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta bersikap lebih hati-hati karena khawatir akan terjadi kekacauan dan pertumpahan darah jika dilakukan secara tergesa-gesa.
Perbedaan pendapat ini memuncak pada peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, ketika Soekarno dan Hatta dibawa oleh golongan pemuda ke Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar kedua tokoh tersebut terlepas dari pengaruh Jepang dan bersedia segera memproklamasikan kemerdekaan.
Setelah melalui perundingan antara golongan pemuda dan golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Soebardjo, akhirnya tercapai kesepakatan. Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta dan pada malam harinya menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
Pada pagi hari 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Penyebab Ketegangan Golongan Pemuda dan Golongan Tua
Ketegangan antara golongan pemuda dan golongan tua terjadi karena perbedaan pandangan dalam menentukan waktu dan cara pelaksanaan proklamasi.
Golongan pemuda menginginkan proklamasi dilakukan secepat mungkin tanpa campur tangan Jepang, sedangkan golongan tua ingin melaksanakannya dengan perhitungan yang matang agar tidak menimbulkan korban dan memiliki dasar hukum yang kuat.
Meskipun terjadi perbedaan pendapat, kedua golongan tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu kemerdekaan Indonesia.
- Tokoh Pendiri Negara dan Perannya dalam Peristiwa Proklamasi- Ir. Soekarno
Berperan sebagai pembaca teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.- Drs. Mohammad Hatta
Berperan merumuskan teks proklamasi bersama Soekarno dan menjadi Wakil Presiden pertama Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Aktivitas-Siswa-SRMP-6-Cipayung_20251202_215643.jpg)