Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 230: Majas dalam Puisi
Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 230 berisi soal majas dalam puisi. Siswa diminta membaca teks sebelum mengisi jawaban
TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 230 disediakan sebagai bahan referensi sekaligus panduan belajar bagi siswa.
Tujuannya untuk membantu siswa memahami materi yang sedang dipelajari.
Dengan adanya kunci jawaban ini, siswa dapat membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar sehingga lebih mudah menemukan kesalahan dan memperbaikinya.
Sebelum melihat kunci jawaban, sangat dianjurkan agar siswa terlebih dahulu berusaha mengerjakan soal secara mandiri.
Pada buku Bahasa Indonesia Kelas 10 halaman 230 Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021, terdapat latihan yang berkaitan dengan materi Bab 6, yaitu Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi.
Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 230
Sekarang, berlatihlah menelaah majas dalam puisi karya Amir Hamzah diatas pada isian tabel berikut. Lakukan secara berkelompok!
1.Jenis Majas: Personifikasi
Teks dalam Puisi: Kasihmu sunyi/ menunggu seorang diri
Alasan: Kiasan yang mempersamakan sesuatu dengan manusia yang dapat berbuat, melakukan suatu hal, dan sebagainya (dalam hal ini, "kasih" digambarkan bisa "menunggu").
2. Jenis Majas: Simile/Perumpamaan
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 199-200: Unsur Kebahasaan
Teks dalam Puisi: Serupa dara di balik tirai (atau bisa juga: Seperti dahulu)
Alasan: Majas perbandingan yang menyamakan suatu hal dengan hal lain melalui penggunaan kata-kata pembanding seperti bagai, bak, seperti, seumpama, laksana, serupa, dll.
3. Jenis Majas: Metafora
Teks dalam Puisi: Kaulah kandil kemerlap/ Pelita jendela di malam gelap
Alasan: Majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding, di mana "Engkau" (Tuhan/Kekasih) langsung dianggap sebagai "kandil" atau "pelita".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/memperkenalkan-kecerdasan-buatan-ke-siswa-sma_20240610_184431.jpg)