Sabtu, 18 April 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 240 Kurikulum Merdeka, Bab 10: Aktivitas 10.7

Berikut ini kunci jawaban mata pelajaran PAI Kelas 7 Halaman 240 Kurikulum Merdeka terdapat soal Aktivitas 10.7 pada Bab 10.

Tribunnews/JEPRIMA
SOAL DAN JAWABAN - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 saat mengikuti Ujian Nasional Bersama Komputer (UNBK) di SMPN 1, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). Simak kunci jawaban PAI Kelas 7 Halaman 240 pada soal Aktivitas 10.7. 

TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 7 halaman 240 Kurikulum Merdeka pada Bab 10 memiliki judul Andalusia: Kota Peradaban Islam di Barat (756-1031 M).

Pada buku PAI Kelas 7 halaman 240 memuat soal Aktivitas 10.7.

Materi ini terdapat dalam buku PAI Kelas 7 halaman 240 karangan Rudi Ahmad Suryadi dkk. terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kunci jawaban PAI Kelas 7 halaman 240 pada soal Aktivitas 10.7 hanya digunakan sebagai referensi untuk belajar siswa di rumah. 

Berikut Tribunnews menyajikan kunci jawaban PAI Kelas 7 halaman 240.

Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 240

Inspirasiku

Bacalah kisah di bawah ini!

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 7 Halaman 226 Kurikulum Merdeka, Bab 10: Aktivitas 10.2

Kegigihan B.J. Habibie dalam Menuntut Ilmu

Kalian pasti tahu nama B.J. Habibie. Ya, beliau adalah ilmuwan Indonesia yang terkenal dan pernah menjadi Presiden RI. Kuliah di Jerman menjadi keputusannya yang menantang dalam perjalanan hidupnya.

Sebelum ke Jerman, ia telah kuliah di ITB Bandung selama 6 bulan mengambil teknik elektro. Setelah itu, ia memutuskan untuk melanjutkan S1 dan S2 di Jerman. Tekadnya adalah ingin menjadi manusia yang berguna bagi bangsa khususnya dalam menciptakan pesawat terbang sehingga Indonesia bisa dikenal di dunia. Cita-cita ini mengantarkannya untuk kuliah di Jerman.

Biaya pendidikan di Jerman bukan dari beasiswa, melainkan dari orang tua sendiri. Walaupun orang tuanya bukan dari keluarga berada, mereka menginginkan anaknya tidak dibiayai oleh orang lain.

Tempat tinggal BJ. Habibie cukup jauh dari pusat kota dengan fasilitas seadanya. Berjalan kaki dari rumah ke kampus dilakukannya untuk menghemat biaya transportasi. Jerih payahnya terbayarkan. Ia berhasil menyelesaikan S1 dan S2 dengan hasil yang luar biasa, meskipun dengan biaya yang terbatas.

Setelah lulus S2, dia bekerja menjadi asisten profesor. Dia memperoleh kesempatan untuk melanjutkan ke program Doktor. B.J. Habibie dapat meraih gelar Doktor dalam bidang teknologi pesawat pada usia 28 tahun. 

B.J. Habibie terbiasa mengatasi permasalahan sendiri. Dia tetap istiqāmah untuk menerapkan nilai-nilai yang pernah diajarkan oleh orang tuanya, meskipun tinggal di Jerman.

Hal yang luar biasa, kemampuan bahasa Jerman-nya melebihi rata-rata orang asing. Keturunan dan juga asal-usul beliau sempat dipertanyakan. Dengan candaan, beliau menjawab bahwa ayahnya pernah makan daging orang Jerman seolah dirinya memiliki darah Jerman. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved