Kamis, 23 April 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 SD Halaman 244: Aktivitas Kelompok

Soal dan Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 244, siswa diminta untuk menjawab soal pada Aktivitas Kelompok tentang Kisah Para Nabi.

Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
SISWA SD - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang A Lutfi, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional tingkat sekolah dasar di SD Negeri Tangerang 6 pada Senin (16/5/2016). PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 244 Kurikulum Merdeka, simak kunci jawabannya berikut ini. 

TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti siswa kelas 2 SD halaman 244 Bab 10: Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi.

Pada materi PAI dan Budi Pekerti kelas 2 kali ini, siswa diminta untuk menjawab soal Aktivitas Kelompok Bab 10.

Buku pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Kurikulum Merdeka merupakan karangan A. Zainal Abidin dan Siti Kusrini, terbitan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021.

Berikut Tribunnews menyajikan kunci jawaban buku PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 244: Aktivitas Kelompok tentang Kisah Nabi Ibrahim a.s.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 223 Kurikulum Merdeka, Tema 04: Pengayaan

Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 SD Halaman 244 Kurikulum Merdeka

Aktivitas Kelompok

Diskusikan bersama kelompok kalian,

Bagaimana Nabi Ibrahim a.s. menemukan Tuhannya?

Carilah informasi dari berbagai sumber!

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Kurikulum Merdeka Halaman 237: Reading

Kunci Jawaban:

Kisah Nabi Ibrahim dalam mencari Tuhan terjadi ketika beliau hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala.

Ia tidak langsung menerima kepercayaan kaumnya, tetapi menggunakan akal dan pikirannya untuk mencari kebenaran.

Awalnya, Nabi Ibrahim memperhatikan alam sekitar.

Saat malam hari, ia melihat bintang dan sempat mengira bahwa bintang adalah Tuhan.

Namun, ketika bintang itu hilang, ia menyadari bahwa Tuhan tidak mungkin lenyap.

Kemudian, ia melihat bulan dan berpikir bahwa bulan adalah Tuhan.

Tetapi saat bulan terbenam, ia kembali menyadari bahwa itu bukan Tuhan yang sebenarnya.

Selanjutnya, Nabi Ibrahim melihat matahari yang lebih besar dan terang. Ia sempat menganggap matahari sebagai Tuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved