Sabtu, 30 Mei 2026

Menyoroti Fenomena Mismatch Skill di Pendidikan SMK, Sekolah dan Industri Harus Aktif Berkolaborasi

Demi mengurangi angka pengangguran, sekolah dan industri harus berkolaborasi untuk menghindari mismatch skill siswa dengan kebutuhan industri.

Tayang:
Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani
POTRET PENDIDIKAN SMK - Siswa Kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK HS Agung Bekasi saat melakukan kunjungan industri ke Rumah Belajar PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) pada Jumat (22/5/2026). 

Dari pengakuan Anisa dan Rianti tersebut, dapat dilihat jelas diluar bangku sekolah, masih banyak ilmu lapangan yang belum mereka dapatkan.

Mayoritas siswa juga banyak yang mengaku baru melihat alat-alat penunjang telekomunikasi yang ada di lapangan saat melakukan kunjungan industri ke TBIG tersebut.

Pembelajaran mereka selama ini juga kebanyakan hanya sebatas teori dan ilmu dasarnya saja. Sekolah juga memiliki keterbatasan untuk menyediakan alat-alat tersebut di ruang kelas.

Hal ini turut dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMK HS Agung Bekasi, Subur Taufiq.

Subur Taufiq menuturkan, siswanya di sekolah memang hanya belajar dasar-dasarnya saja terkait ilmu komputer dan jaringan.

Untuk itu kunjungan industri ini dilakukan agar siswa bisa mendapatkan pengalaman dan melihat langsung bagaimana peralatan telekomunikasi di lapangan.

Kepala Sekolah SMK HS Agung Bekasi Subur ss
POTRET PENDIDIKAN SMK - Foto Kepala Sekolah SMK HS Agung Bekasi, Subur Taufiq saat melakukan kunjungan industri ke Rumah Belajar PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) pada Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Cerita Ahmad Madani Kunjungi 400 Lebih SMK, Perkuat Kompetensi Siswa Pemasaran Digital

"Untuk menambah pengalaman secara langsung, melihat seperti apa sih jaringan yang sebenarnya. Di sekolah kan kita hanya sebatas dasar-dasar saja."

"Tapi ketika dengan kunjungan industri seperti ini, mereka langsung bisa belajar, bisa lebih dalam lagi mengetahui jaringan-jaringan, mekanismenya dari awal sampai ke rumah kita lah. Seperti itu harapannya," kata Subur kepada Tribunnews.com, Jumat (22/5/2026).

Akses kunjungan industri yang diberikan TBIG juga dinilai Subur bisa menjawab kebutuhan sekolah untuk memperdalam skill para siswa.

Karena menurut Subur, sekolah juga membutuhkan masukan dan ilmu dari perusahaan-perusahaan seperti TBIG ini. Agar nantinya skill dari siswa SMK HS Agung Bekasi bisa berkembang.

Secara tidak langsung, sekolah juga membutuhkan partisipasi dari industri untuk ikut mengembangkan skill siswa agar lebih siap kerja.

"Menjawab kebutuhan pihak sekolah untuk mengakses skill anak kita. Kita butuh masukan-masukan. Butuh juga keilmuan dari teman-teman di TBIG ini."

"Pembelajaran, kurikulum, CSR, kelas, sekolah sangat membutuhkan perusahaan-perusahaan dari jaringan atau perusahaan-perusahaan lainnya. Karena ya kita tanpa kerjasama dari industri, anak-anak kita tidak bisa  berkembang," jelas Subur.

Baca juga: Siswa SMK Telkom Sidoarjo Jadi Problem Solver Digital di Founder Catalyst

TBIG Integrasikan Pengetahuan Perusahaan ke Dalam Proses Belajar Siswa

Pembekalam materi dari tbig aa
POTRET PENDIDIKAN SMK - Foto Siswa SMK HS Agung Bekasi mendapatkan pembekalan materi saat melakukan kunjungan industri ke Rumah Belajar PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) pada Jumat (22/5/2026).

Sebagai pelaku industri, TBIG menyadari banyak pengetahuan lapangan dari perusahaan yang sulit didapatkan siswa SMK di bangku sekolah.

Atas dasar itu, TBIG mencoba memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk diintegrasikan ke dalam proses belajar siswa SMK.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved