Sabtu, 30 Mei 2026

Dugaan Riset Palsu WNI di Konferensi Dunia, Epidemiolog: Pelanggaran Terhadap Integritas

Dugaan riset palsu WNI di konferensi ISPPD 2026 dengan AI dinilai ancam integritas ilmiah dan budaya akademik.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Glery Lazuardi
Shutterstock
PENELITIAN - Epidemiolog Dicky Budiman menilai dugaan riset palsu WNI dengan AI di konferensi ISPPD 2026 sebagai pelanggaran serius integritas ilmiah. 

Menurutnya, kondisi tersebut memicu munculnya praktik tidak sehat seperti paper mill, ghost writing, konferensi palsu, hingga manipulasi sitasi.

Masalah kedua adalah rendahnya pemahaman terhadap metodologi penelitian.

"Banyak orang bisa membuat tulisan yang terlihat ilmiah tapi tidak memahami epistemologinya tidak memahami validitas, tidak memahami bias, tidak memahami etika penelitian," ucapnya.

Sementara faktor ketiga berasal dari kelemahan sistem akademik global yang dinilai masih memiliki banyak celah.

"Dunia akademik internasional juga sedang menghadapi krisis integritas dan banyak konferensi internasional terlalu longgar. Mengejar biaya registrasi, review juga sangat dangkal acceptance rate juga terlalu tinggi," imbuhnya.

Ancam Budaya Ilmiah Generasi Muda

Dicky mengingatkan bahwa dampak terbesar dari kasus semacam ini bukan hanya soal citra Indonesia di mata dunia internasional.

Menurutnya, ancaman yang lebih serius adalah rusaknya budaya ilmiah di kalangan generasi muda.

"Yang paling berbahaya sebenarnya bukan hanya malu tadi di mata dunia, tapi rusaknya budaya ilmiah generasi muda," tegasnya.

Ia menilai orientasi akademik berisiko bergeser dari pencarian ilmu pengetahuan menjadi sekadar pencitraan dan pengakuan sosial.

"Ini yang akhirnya dimanfaatkan oleh sebagian kecil dari kalangan usia muda ini untuk mengeksploitasi. Memanfaatkan celah-celah ini yang penting viral, bisa jalan-jalan keluar negeri, jadi ini yang akhirnya orientasi ilmunya berubah jadi pencitraan," pungkasnya.

Karena itu, Dicky mendorong institusi pendidikan dan lembaga penelitian untuk bersikap tegas terhadap plagiarisme, manipulasi data, serta penyalahgunaan AI agar integritas akademik tetap terjaga dan kepercayaan terhadap dunia ilmiah Indonesia tidak semakin tergerus.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved