Konflik Rusia Vs Ukraina
Spesifikasi Rudal Jarak “Flamingo” Ukraina, Senjata yang Jadi Ancaman Baru bagi Rusia
Militer Ukraina pamer rudal baru yakni “Flamingo”, bisa bawa hulu ledak seberat 1.150 kilogram, jadi kartu as Kyiv untuk menekan Moskow,
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah gempuran besar-besaran yang dilakukan Rusia, Ukraina memperkenalkan senjata baru yakni rudal jelajah jarak jauh FP-5 “Flamingo”.
Senjata ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 3.000 kilometer dengan daya ledak besar yang membuat Moskow diyakini harus lebih waspada.
Rudal Flamingo merupakan hasil karya Fire Point, sebuah perusahaan rintisan pertahanan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Flamingo telah melalui uji coba sukses dan akan memasuki tahap produksi massal paling lambat awal tahun depan.
Adapun kapasitas produksi saat ini mencapai satu unit per hari, dengan target naik menjadi tujuh unit per hari pada Oktober.
Jika tercapai, Ukraina dapat memproduksi lebih dari 200 rudal per bulan, atau sekitar 2.500 rudal per tahun.
Jumlah ini cukup besar untuk memberi dampak signifikan terhadap kekuatan militer Rusia.
Para pengamat sepakat bahwa kemunculan rudal ini menambah dimensi baru dalam konflik Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 silam.
Flamingo diprediksi dapat menjadi kartu as Kyiv untuk menekan Moskow, sekaligus sinyal bahwa perang memasuki fase teknologi persenjataan yang lebih serius.
“Rudal tersebut telah menjalani uji coba yang sukses. Saat ini, ini adalah rudal kami yang paling berhasil. Pada Desember kami akan memiliki lebih banyak lagi, dan pada Januari atau Februari produksi massal akan dimulai,” ujar Zelensky dikutip dari Euro News.
Spesifikasi Rudal Flamingo Ukraina
Baca juga: Operasi Khusus Gabungan FSB-Tentara Rusia Hancurkan Lokasi Produksi Rudal Ukraina
“Flamingo”, diyakini dapat mengubah jalannya perang, terutama karena jangkauan dan daya ledaknya jauh lebih besar dibandingkan dengan persenjataan jarak jauh yang selama ini dimiliki Ukraina.
Selain daya jelajah yang luas, Flamingo dirancang membawa hulu ledak seberat 1.150 kilogram.
Ukuran muatan sebesar itu membuatnya mampu menghasilkan radius kerusakan yang lebih besar dibanding rudal jelajah mini maupun drone tempur jarak jauh yang sebelumnya digunakan oleh militer Kyiv.
Kecepatan terminalnya yang tinggi memungkinkan rudal ini menembus sasaran secara mendalam sebelum meledak, sehingga daya hancurnya meningkat signifikan terhadap target yang diperkuat perlindungan beton atau struktur bawah tanah.
Menurut analis militer, keunggulan Flamingo dibandingkan rudal Barat seperti Storm Shadow, Scalp, bahkan Taurus milik Jerman, terletak pada kombinasi jarak tembak yang jauh lebih panjang dan hulu ledak yang lebih besar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.