Rabu, 29 April 2026

PGN Perkuat Infrastruktur Gas dan Sinergi Lintas Pihak untuk Hadapi Tantangan Bisnis 2026

Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya memaparkan butuh percepatan penguatan infrastruktur gas di Energy Insights Forum Gas Outlook 2026

Tayang:
Editor: Content Writer
PGN
PENGUATAN INFRASTRUKTUR GAS - Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana menjelaskan perlunya percepatan penguatan infrastruktur gas dan kolaborasi lintas pihak untuk menjaga ketahanan energi nasional, di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan gas bumi, dalam Energy Insights Forum Gas Outlook 2026. 

TRIBUNNEWS.COM - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menegaskan perlunya percepatan penguatan infrastruktur gas dan kolaborasi lintas pihak untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah proyeksi meningkatnya kebutuhan gas bumi. Isu ini juga menjadi pembahasan utama dalam Energy Insights Forum, Gas Outlook 2026: Powering Energy Resilience with Strong Governance.

Saat ini PGN mengelola infrastruktur gas terbesar dan terintegrasi di Indonesia yang mencakup lebih dari 35.000 km jaringan pipa, fasilitas LNG, serta lebih dari 800 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga. Infrastruktur tersebut menjadi penopang distribusi gas untuk sektor industri, komersial, serta rumah tangga dan pelanggan kecil, namun dinamika suplai menuntut strategi yang lebih adaptif.

Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, mengungkapkan bahwa kebutuhan gas pelanggan PGN diproyeksikan tumbuh 2–3 persen per tahun. Untuk menjaga kesinambungan suplai, PGN terus mencari sumber gas baru, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan LNG domestik.

“PGN berperan pada midstream dan downstream. Fokus utama kami adalah memastikan alokasi gas dari Pemerintah dapat mengalir secara andal melalui infrastruktur pipa maupun nonpipa. Di tengah penurunan pasokan gas pipa PGN, kami melakukan diversifikasi sumber dan memaksimalkan infrastruktur yang ada,” ujar Eri.

Pemanfaatan LNG dinilai semakin berperan penting dalam menjaga kontinuitas suplai, sembari menunggu beroperasinya sumber-sumber gas baru seperti Masela dan Andaman yang berpotensi menjadi pasokan jangka panjang.

PGN menyoroti tiga tantangan utama yang perlu diatasi bersama, yaitu availability (ketersediaan pasokan), affordability (keterjangkauan harga, terutama dengan meningkatnya porsi LNG sebagai bauran energi), dan accessibility (kesiapan dan fleksibilitas infrastruktur).

“Penguatan infrastruktur, baik pipa maupun nonpipa, menjadi kunci agar pasokan dapat terhubung ke titik-titik demand secara efisien. Kami mendorong orkestrasi antara Pemerintah, pelaku hulu, pelaku usaha midstream dan downstream, serta sektor industri, yang menjadi faktor penentu ketahanan energi ke depan. Tentunya PGN tetap mengedepankan aspek kepatuhan (compliance) baik dalam kegiatan operasional maupun investasi korporasi,” tambah Eri.

PGN memastikan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan penyaluran gas melalui penguatan jaringan, efisiensi operasional, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan langkah bertahap pada sisi pasokan dan infrastruktur, PGN berharap dapat mendukung stabilitas penyediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri.(*)

Baca juga: Siagakan Satgas Nataru 2025, PGN Jaga Keamanan Penyaluran Gas Bumi

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved