Selasa, 7 April 2026

Piala Dunia 2010

Indonesia Tim Asia Pertama Tampil di Piala Dunia

Walau prestasi sepakbola Indonesia saat ini tidak bagus, t

Editor: Iswidodo

Saat itu, untuk pertama kali dalam final Piala Dunia juara bertahan dan tuan rumah tidak perlu lagi melalui babak kualifikasi grup untuk bisa berlaga, satu sistem yang hingga kini berlaku. Tahun 1938 diadakan saat dunia diwarnai dengan perang yang terjadi di sejumlah negara.

Jumlah negara peserta pun berkurang karena konsekuensi perang itu, Jerman mengambil alih kekuasaan Austria sehingga negara yang pada tahun 1930 an dianggap sebagai salah satu tim kuat Eropa pun punah.

Inggris dan Italia terlibat perselisihan politik dukung mendukung gerakan pemberontakan di negara Eropa lain.

Salah satunya adalah Spanyol yang dilanda perang saudara sehingga tim yang di final 1934 sebenarnya bisa menyingkirkan Italia jika saja wasit tidak berat sebelah atas tim tuan rumah itu.

Final kali ini juga diwarnai dengan protes dari negara Amerika Selatan.

Uruguay masih marah karena tim-tim Eropa tidak datang mengikuti Piala Dunia tahun 1930 yang diadakan di Montevideo dan memutuskan untuk tidak turun.

Argentina juga memboikot karena memandang bahwa penyelenggaraan Piala Dunia seharusnya diadakan bergantian di benua Amerika dan Eropa.

Disamping itu, situasi politik di negara Amerika Selatan ini tidak memungkinkan tim nasionalnya berangkat ke Prancis.

Akibat situasi ini hanya Kuba dan Brasil yang mewakili Amerika Selatan di Piala Dunia 1938 dan datang ke Prancis dan Brasil menjadi favorit untuk menjadi juara.

Kelimabelas peserta Piala Dunia 1938 adalah Prancis sebagai tuan rumah, Italia, Jerman, Swedia, Norwegia, Brasil, Kuba, Swiss, Polandia, Hindia Belanda (Indonesia), Rumania, Hongaria, Cekoslowakia, Belanda dan Belgia.

Jadi untuk ketiga kali berturut-turut Piala Dunia tidak menggambarkan turnamen dunia sepakbola ataupun turnamen seluruh dunia.

Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 terdiri dari dua negara, Hindia Belanda dan Jepang karena saat itu dunia sepakbola Asia memang hampir tidak ada.

Namun, Indonesia atau Hindia Belanda, nama resmi saat itu, akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.

Dunia sepakbola Hindia Belanda saat itu pun diwarnai dengan persaingan antara pemain sepakbola Indonesia yang bersatu dalam PSSI (didirikan tahun 1930) dan para pemain yang bernaung di bawah badan sepakbola Hindia Belanda.

PSSI dibawah pimpinan Soeratin Sosrosugondo tidak mengikutsertakan pemain di tim Hindia Belanda ke Piala Dunia 1938 sebagai aksi protes karena dia menginginkan satu turnamen antara kedua kesebelasan untuk menentukan wakil Hindia Belanda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved