Piala Dunia 2022

Mimpi ke Langit Tertinggi, Pelatih Maroko Ungkap Rahasia Maroko Tampil Gemilang di Piala Dunia 2022

Pelatih Maroko, Walid Reragui mengatakan negara-negara Afrika perlu mengubah mentalitas terhadap Piala Dunia.

Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
AFP/FADEL SENNA
Para pemain Timnas Maroko merayakan kemenangan mereka dalam laga sepak bola Grup F Piala Dunia 2022 Qatar antara Kanada melawan Maroko di Stadion Al-Thumama, di Doha, Qatar, Kamis (1/12/2022) waktu setempat. Timnas Maroko berhasil melaju ke babak 16 besar. AFP/FADEL SENNA 

TRIBUNNEWS.COM- Pelatih Maroko, Walid Reragui mengatakan negara-negara Afrika perlu mengubah mentalitas terhadap Piala Dunia.

Timnas Maroko yang berjuluk "Singa Atlas" ini telah menjadi negara Afrika paling mengesankan sejauh ini memuncaki grup yang diisi raksasa sepak bola seperti Belgia, dan Kroasia.

Maroko menjuarai grup F dengan tak terkalahkan.

Mereka bermain imbang tanpa gol dengan Kroasia di pertandingan pembuka, ditambah dengan kemenangan atas Belgia, dan Kanada.

Reragui dengan senyuman lebar duduk bersama Achraf Hakimi dalam konferensi pers, setelah kemenangan 2-1 atas Kanada.

Baca juga: Sosok Walid Regragui, Tokoh Protagonis Kelolosan Timnas Maroko ke 16 Besar Piala Dunia 2022

Ada momen hangat karena pasangan ini mendapat tepuk tangan dari wartawan dari negara mereka.

Namun, puncak dari konferensi pers tersebut adalah ketika seorang jurnalis Libya mengajukan pertanyaan yang menakutkan; apakah Maroko yakin mereka bisa melangkah jauh di Qatar?

Reragui menjawab lugas. Dia mendesak negara-negara Afrika untuk membidik lebih tinggi di Piala Dunia.

"Kami menetapkan tujuan untuk memberikan semua yang kami miliki dan keluar dari babak grup," ujarnya seperti dikutip BBC.

"Setelah itu, kenapa tidak? Tujuan kami adalah langit tertinggi. Kami perlu mengubah mentalitas kami dan kami akan menjadi tim yang sulit dikalahkan".

"Mengapa tidak bermimpi memenangkan trofi itu? Sebagai tim Afrika, kami perlu menetapkan tujuan ini," katanya menegaskan.

Maroko, setelah memuncaki grup, sekarang akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar.

Anak asuh Luis Enrique ini juga menjadi korban kejutan Jepang setelah kalah 1-2. Mereka pun harus menjadi runner-up di Grup E.

Sedang tim raksasa lain, Jerman, harus tersingkir.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved