Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

369 ASN Langgar Netralitas, Didominasi Kampanye di Medsos

Sebanyak 369 ASN dilaporkan melanggar netralitas karena terlibat dalam sejumlah kegiatan politik

setkab.go.id
Pilkada Serentak 2020 - Pendaftaran petugas Pemilu seperti PPK/PPS untuk Pilkada Serentak 2020, telah dibuka. Simak syarat-syaratnya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 369 aparatur sipil negara (ASN) dilaporkan melanggar netralitas karena terlibat dalam sejumlah kegiatan politik terkait Pilkada. Pelanggaran didominasi aktivitas ikut berkampanye di media sosial.

"283 ASN telah diberikan rekomendasi oleh KASN untuk mendapat sanksi pelanggaran netralitas. 99 ASN sudah ditindaklanjuti oleh PPK (pejabat pembuat komitmen)," kata Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)
Agus Pramusinto pada acara Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN "ASN
Netral, Birokrasi Kuat dan Mandiri", yang digelar secara virtual, Selasa (30/6).

Agus menjelaskan, jumlah tersebut merupakan total laporan sepanjang awal tahun
hingga 26 Juni 2020.

Dari jumlah pelanggaran tersebut, yang paling banyak didapati
adalah melakukan kampanye di media sosial 27 persen, dan melakukan pendekatan ke parpol terkait pencalonan diri atau orang lain sebagai bakal calon 21 persen.

Kemudian memasang spanduk atau baliho mempromosikan diri atau orang lain sebagai bakal calon 13 persen, mendeklarasikan diri sebagai bakal calon 9 persen, dan menghadiri deklarasi pasangan calon 4 persen.

Baca: Komisi II DPR Sepakat RUU Pilkada Serentak Dibawa Ke Rapat Paripurna 

Dari jumlah pelanggar tersebut, sebanyak 36 persen terdiri dari ASN dengan jabatan
pimpinan tinggi, 17 persen jabatan fungsional, 13 persen jabatan administrator, 12
persen jabatan pelaksana, dan 7 persen jabatan kepala wilayah seperti camat atau
lurah.

Pelanggaran ASN paling banyak didapati di pemerintahan Kabupaten Sukoharjo, disusul Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Sumbawa.

Kemudian Kota Banjarbaru, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten
Banggai, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Muna.

Baca: Pelanggaran Netralitas ASN di Medsos, KASN Bakal Blok Status Kepegawaian

Agus pun meminta para ASN supaya bersikap netral selama penyelenggaraan
pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Menurut dia, asas netralitas menjadi bagian dari etika dan perilaku yang wajib dilakukan setiap ASN sebagai penyelenggara negara.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved