Pilpres 2019

Berikan 'Kebohongan Award', Pengamat : Cara PSI Cari Perhatian dan Popularitas

PSI memberikan penghargaan 'Kebohongan Award' kepada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Berikan 'Kebohongan Award', Pengamat : Cara PSI Cari Perhatian dan Popularitas
Capture Twitter @psi_id
Piagam penghargaan yang diberikan PSI untuk Prabowo, Sandiaga, dan Andi Arief 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan penghargaan 'Kebohongan Award' kepada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai langkah PSI itu adalah cara mereka mencari perhatian dan meningkatkan popularitasnya.

"Ya kan PSI lagi tahap cari perhatian untuk meningkatkan popularitas. Tapi ya caranya lucu gitu," ujar Hendri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (4/1/2019).

Menurutnya, setiap orang atau tiap partai bebas dan boleh memberikan penghargaan kepada siapa pun. Namun demikian, Hendri menyoroti efek yang ditimbulkan.

Baca: Jelang Debat Capres: SBY Jadi Mentor Prabowo, Kalau Jokowi Siapa yang Jadi Mentornya?

Penggemar klub sepakbola Liverpool FC itu mengatakan apa yang dilakukan PSI bisa saja menimbulkan masalah lain.

"Tapi kan efeknya mendidik atau tidak, itu dia kan. Kalau partai politik kan harusnya ada edukasi politik ke masyarakat," kata dia.

"Apakah ini nantinya tidak meng-create problem lainnya, misalnya perbuatan yang tidak menyenangkan atau apalah gitu," sambungnya.

Founder lembaga survei KedaiKopi itu mencontohkan dengan kasus Andi Arief yang sedang heboh beberapa hari terakhir. Cara mencari perhatian, lanjutnya, memang harus dengan 'blunder-blunder' yang membuat masyarakat fokus disana.

Tidak mau ambil pusing, Hendri menyebut mungkin saja cara inilah yang disukai partai besutan Grace Natalie tersebut.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved