Pilpres 2019

Beratnya Tugas Surveyor Lembaga Survei: Mimpi Angka dan Kotak Suara hingga Ancaman di Daerah Konflik

Berbagai macam kendala dihadapi saat pengiriman tim ke lapangan. Bukan hanya lokasi yang susah dijangkau, beberapa juga karena adanya intimidasi.

Beratnya Tugas Surveyor Lembaga Survei: Mimpi Angka dan Kotak Suara hingga Ancaman di Daerah Konflik
WARTA KOTA/henry lopulalan
PERSEPI JUMPAPRES - Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepsi) melakukan jumpa per terkait Expose data, Quick Count Pemilu 2019 Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4). Delapan anggota Persepsi yang melakukan poling sudah bekerja secara profesional dan bersedia diaudit atas rilis survei dan hasil akhir perolehan suara ada di KPU sebagai penyelenggara pemungutan suara serentak. Warta Kota/henry lopulalan 

Dari 6 ribu TPS yang sudah ditentukan dengan metode random sampling, 93 TPS tersebut akhirnya dibatalkan.

Sejumlah Pengguna Layanan Sosial (PLS) di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 3 turut menyumbangkan suaranya di Pemilu 2019. Para penyandang Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menyalurkan hak pilihnya di empat TPS yang ada di Panti Sosial (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)
Sejumlah Pengguna Layanan Sosial (PLS) di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 3 turut menyumbangkan suaranya di Pemilu 2019. Para penyandang Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menyalurkan hak pilihnya di empat TPS yang ada di Panti Sosial (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra) (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

"93 TPS ini ada di pedalaman Papua, daerahnya terlalu sulit dijangkau dan ada beberapa di antaranya yang ternyata daerah konflik. Sehingga, tidak memungkinkan untuk masuk lebih dalam," ujar Deni Irvani.

Hasil kerja mereka tersebut, semata bukan untuk satu atau dua agenda politik. Tetapi juga kepercayaan dari masyarakat hingga bertahun-tahun ke depan.

Selain itu, dari seluruh survei yang dilakukan oleh pihaknya, selisih suara dengan perhitungan resmi KPU tidak jauh berbeda.

Ramai #PahlawanPemilu di Twitter, Berikut 5 Potret Perjuangan TNI-Polri yang Bertugas Kawal Pemilu 2019, Ketiduran di TPS hingga Pingsan Saat Bertugas
Ramai #PahlawanPemilu di Twitter, Berikut 5 Potret Perjuangan TNI-Polri yang Bertugas Kawal Pemilu 2019, Ketiduran di TPS hingga Pingsan Saat Bertugas (Kolase Instagram @makassar_iinfo dan nurhadi/tribunmamuju.com)

SMRC juga mengatakan tidak memaksa pihak manapun untuk percaya pada hasil hitung cepat.
Tetapi, bukan kemudian menuduh mereka sebagai pihak yang melanggar demokrasi.

"Silakan saja kalau tidak percaya. Asal, jangan dituduh macam-macam lah," tegas Deni Irvani.

Guru Besar Statistik dan Rektor Universitas Al Azhar, Asep Saefudin mengatakan, asalkan metodologi yang dilakukan benar, hasil dari lembaga survei tidak akan jauh berbeda.

Berapapun sample TPS yang ditentukan, dengan data dan persebaran yang proporsional, maka dapat memenuhi kaidah penelitian.

Baca: PSI Nyatakan Akan Jadi Oposisi di DPRD DKI, Partai Nasdem Menyebutnya Gagal Paham

"Sebenarnya, tidak masalah dengan berapa banyak TPS. Asal benar metode dan cara yang dilakukan, hasilnya tidak jauh berbeda," kata Asep Saefudin.

Adanya anggapan pertanyaan selisih angka survei yang awalnya 20 persen sebelum pemilu dari BPN, tidak terlalu dipermasalahkan oleh Asep Saefudin.

Jelas dia, hasil survei selama masa kampanye, bisa dimanfaatkan oleh kedua kubu. Hal itu, dapat menjadi rujukan untuk memperbaiki situasi dan kondisi di lapangan.

"Hasil survei itu harusnya dimanfaatkan. Keduanya kan bisa memperbaiki kinerja, jika masih ada yang kurang," ujar Asep Saefudin. (amriyono/tribunnews)

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved