Pilpres 2019

Yusril: Saya Tidak Kenal Haris Azhar, Tidak Ada Kepentingannya, dan Tidak Ada Kekhawatirannya

Yusril Ihza Mahendra enggan berkomentar banyak terkait batalnya Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar, dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Yusril: Saya Tidak Kenal Haris Azhar, Tidak Ada Kepentingannya, dan Tidak Ada Kekhawatirannya
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua tim hukum Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua tim hukum Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra enggan berkomentar banyak terkait batalnya Direktur Lokataru Foundation, Haris Azhar, dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui sebelumnya Haris Azhar ditunjuk menjadi saksi dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 untuk paslon 02 Prabowo-Sandiaga.

Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak mengenal siapa orang yang bernama Haris Azhar.

Baca: Saksi BPN Lihat Deklarasi Dukungan Ganjar dan 32 Kepala Daerah dari YouTube

Baca: Kompas Travel Fair 2019 Targetkan Nilai Transaksi Tembus Rp 115 Miliar

Baca: Optimalisasi Bandara Kertajati akan Tumbuhkan Ekonomi di Perbatasan Jabar Dan Jateng

"Saya nggak kenal Haris Azhar itu siapa. Saya nggak kenal dan nggak ada kepentingannya, nggak ada kekhawatirannya. Mau datang, datang saja, nggak mau ya silakan," ujar Yusril di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut lebih mempersoalkan tidak siapnya kuasa hukum paslon 02 dalam hal mempersiapkan saksinya.

Sebab mereka mau mengganti dua orang saksinya ke dalam 15 orang saksi yang sudah diajukan lebih dulu.

Baca: Majelis Hakim Putuskan Tidak Bacakan Surat Penolakan Haris Azhar Jadi Saksi dalam Sidang di MK

Padahal, dua orang yang mau ditukar itu sudah diambil sumpahnya sebagai saksi.

"Persoalannya kan 15 saksinya ini sudah disumpah sekarang dua mau ditarik mau dimasukin lagi dua orang yang baru itu kita keberatan. Orang yang bersumpah itu kan atas nama tuhan. Kalau orang sumpah dilanggar dalam hukum islam bayar kafarat. Harus potong unta atau kambing itu. Karena kafarat itu dilanggar," katanya.

Tolak bacakan surat Haris Azhar

Halaman
1234
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved