Pilpres 2019

Jelang Putusan MK, Pengamanan Beberapa Titik di Tangerang Dipertebal

Jelang sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa hasil Pilpres 2019 keamanan di sejumlah titik di Tangerang dipertebal.

Jelang Putusan MK, Pengamanan Beberapa Titik di Tangerang Dipertebal
TribunJakarta.com/ Jaisy Rahman Tohir
Jelang sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa hasil Pilpres 2019 keamanan di sejumlah titik di Tangerang dipertebal. 

Melalui diskusi-diskusi tersebut, kata Sabilul, berujung pada ajakan untuk tidak menggerakan massa ke Jakarta apalagi membuat kerusuhan hingga memakan korban luka dan jiwa.

"Selanjutnya kedekatan itu menjadi sebuah pembinaan, yang mana bisa disampaikan tolong jangan berangkat. Apabila ada yang berangkat tolong tanggung jawab," tutupnya.

Baca: Polisi Siapkan Pengamanan Khusus untuk Hakim Konstitusi Saat Sidang Putusan

Baca: MK : Putusan Sengketa Pilpres 2014 Capai 5.837 Halaman

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menginstruksikan personel yang mengamankan sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 untuk tidak membawa peluru tajam.

"Saya sudah menegaskan kepada anggota saya tidak boleh membawa peluru tajam, itu protap (prosedur tetap)-nya," kata Tito saat ditemui di ruang Rupatama Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Sidang pleno pengucapan putusan sengketa hasil Pilpres 2019 akan digelar pada Kamis (27/6/2019).

Pihak kepolisian telah melarang aksi unjuk rasa di depan MK. Massa yang mau melakukan aksi dialihkan ke area di depan Patung Kuda.

Tito mengatakan, polisi akan membubarkan massa aksi yang tidak tertib dan mengganggu kepentingan publik, apalagi menciptakan kerusuhan.

Namun, penindakan akan dilakukan secara terukur, misalnya dengan imbauan hingga maksimal menembak menggunakan peluru karet.

"Jadi nanti kalau ada peluru tajam, bukan dari Polri dan TNI karena tegas saya dengan Pak Panglima itu sudah menyampaikan kepada para komandan, maksimal yang kami gunakan adalah peluru karet itu pun teknisnya ada dan kami akan berikan warning sebelumnya," ujarnya.

Baca: Apapun Putusan MK, Semua Pihak Diminta Legowo

Baca: Moeldoko: Pembatasan Medsos Saat Putusan MK Situasional

Baca: Massa Demo Tahlil Akbar 266 Minta Prabowo Tolak Putusan MK

Tito juga mengimbau masyarakat agar tidak berbuat rusuh. Ia meyakini bahwa publik tidak menginginkan adanya kericuhan.

Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved