Polemik Pemulangan Rizieq Shihab: Kepala Staff Istana Moeldoko & Puan Kompak hingga Lagu Bang Toyib

Inilah polemik pemulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia. Upaya Rekonsiliasi, Kata Istana Moeldoko & Puan Kompak hingga Lagu Bang Toyib

Polemik Pemulangan Rizieq Shihab: Kepala Staff Istana Moeldoko & Puan Kompak hingga Lagu Bang Toyib
Kolase Tribunnews.com
Polemik Pemulangan Rizieq Shihab: Kata Istana Moeldoko & Puan Kompak hingga Lagu Bang Toyib 

Usai acara tersebut, Ryamizard kemudian ditanya wartawan terkait apakah dirinya punya niatan untuk memulangkan Rizieq karena sempat menceritakan pertemanannya dengan Rizieq saat sambutan.

"Begini ya, itu kan masalah politik saya tidak ikutan. Saya ini dengan siapa sih yang tidak kenal? dengan siapa sih saya tidak berkawan? Saya mulai dari SD saya disini, numpang lahir saja, besar saya di sini. Itu kan masalah politik, kalau politik itu kan ada masalah negosiasi dan macam-macam lah. Pasti lah," kata Ryamizard.

Baca: Persija Vs Persib: Julio Banuelos Pastikan Skuat Macan Kemayoran Tampil Habis-habisan

5. Moeldoko dan Puan kompak

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menko PMK Puan Maharani satu suara dalam menanggapi syarat dari Partai Gerinda untuk rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi agar pemerintah memulangkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab

"Siapa yang pergi, siapa yang memulangkan, kan pergi sendiri, kok dipulangin. Emangnya kita yang ngusir, kan enggak," tutur Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019).

Menurut mantan Panglima TNI itu, pemerintah tidak ada kewajiban dalam memenuhi syarat terasebut, mengingat yang bersangkutan pergi sendiri ke luar negeri.

"Ya pulang sendiri saja, enggak (bisa) beli tiket, baru saya beliin," ucap Moeldoko sembari tertawa. 

Moeldoko mengatakan, banyak pekerjaan pemerintah pada saat ini yang lebih besar untuk kemajuan Indonesia ke depan dibanding hanya berfokus terhadap rekonsiliasi, apalagi masyarakat sudah tenang setelah kontestasi Pilpres 2019.

"Kan sudah saya katakan kemarin, penting enggak si rekonsiliasi? Ada persoalan bangsa yang lebih besar. Nanti kita tata lagi, masyarakat yang di bawah kan sudah tenang-tenang saja, elitnya yang ribut sendiri" paparnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Tribunnews.com/ Theresia Felisiani)

Hal senada juga disampaikan Puan yang juga sebagai politisi PDIP, agar kepulangan Rizieq dilakukan sendiri tanpa harus ada campur tangan dari pemerintah. 

"Orang pergi sendiri, terus jadi kita harus yang minta pulang," ucap Puan sembari tertawa di tempat yang sama. 

Sementara terkait syarat Gerinda agar para tahanan yang pro Prabowo ditahan saat kontestasi Pilpres 2019, putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menilai hal tersebut merupakan wilayah dari penegak hukum.

"Kan masih proses hukumnya, masih berjalan. Ya udah dijalanin saja, sekarang memang tetap berjalan kan proses hukumnya," kata dia.

6. M Qodari singgung Lagu Bang Toyib

Pengamat politik Muhammad Qodari atau yang kerap disapa M Qodari membahas soal kepulangan Habib Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi kubu Prabowo Subianto dan Jokowi.

Ditengah-tengah diskusi yang serius, tak terduga M Qodari menyinggung soal lagu dandut yang berjudul Bang Toyib.

Hal tersebut terjadi saat M Qodari hadir sebagai narasumber di acara Prime Talk Metro TV, pada Senin (8/7/2019).

 Mulanya pembawa acara itu bertanya apakah rekonsiliasi boleh diwarnai dengan wacana atau usulan yang dinilai menabrak norma hukum.

"Haruskah rekonsiliasi dibumbui oleh wacana permintaan usulan yang bertabrakan dengan norma hukum?" tanya pembawa acara itu, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Metro TV, pada Selasa (9/7/2019).

M Qodari menegaskan hal tersebut tentunya tidak diperbolehkan.

 "Tentu tidak ya jawabannya," kata M Qodari.

Ia kemudian mengomentari pernyataan Wakil Ketua Advokasi Gerindra, Hendarsam Marantoko yang menyebut pemulangan Habib Rizieq Shihab belum pernah dibahas dalam internal partai.

M Qodari mengaku heran dan mengukit soal janji kampanye Prabowo Subianto yang menyebut akan menjemput langsung Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi jika terpilih di Pilpres 2019.

"Selama ini terus terang saya heran, kok pernah ada pernyataan Prabowo kalau saya jadi presiden maka hal pertama yang saya kerjakan adalah menjemput Habib Rizieq ke Arab Saudi," ujar M Qodari.

Pengamat politik M Qodari
Pengamat politik M Qodari (Tribunnews.com/ Wahyu Aji)

"Mohon maaf kalau agak salah tolong jangan dilaporkan dengan UU ITE ya," tambahnya.

M Qodari lantas mengira janji kampanye Prabowo Subianto itu bukan berasal dari Gerindra, melainkan dari anggota tim suksesnya Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Nah saya itu meraba-meraba yang membisikan pernyataan ini," kata M Qodari.

"Jangan-jangan itu bukan Gerindra, teryata itu timses yang namanya Dahnil Anzar Simanjuntak,"

"Karena Pak Dahnil yang megusulkan secara terbuka," tambahnya.

M Qodari menjelaskan janji kampanye Prabowo Subianto itu mungkin diucapkan demi meraih simpati para pendukung Habib Rizieq.

"Pak Prabowo mengatakan itu dugaan saya ingin mendapatkan dukungan dari kelompok di belakang Habib Rizieq," ujar M Qodari.

"Setelah ini selesai (Pilpres 2019 re) harusnya selesai," imbuhnya.

M Qodari kemudian membeberkan permasalahan hukum yang pernah menjerat Habib Rizieq Shihab, terkait chat WhatsApp dan dugaan penghinaan Pancasila.

"Habib Rizieq ini kalau saya telusuri ada dua kasus hukum di dua negara," kata M Qodari.

Namun penyelidikan dua kasus tersebut kini sudah dihentinkan.

"Dua-duanya sudah SP3," terang M Qodari.

Walau begitu M Qodari terlihat heran mengapa sampai sekarang Habib Rizieq Shihab tak kunjung kembali ke Indonesia.

Ia lantas menyinggung lagu dangdut yang sempat populer di tahun 2011, Bang Toyib.

"Tapi kok enggak pulang-pulang kayak judul lagu dangdut, Bang Toyib," kata M Qodari sambil tertawa.

Pernyataan M Qodari itu sontak membuat pembawa acara dan peserta diskusi yang lain terpingkal.

M Qodari kemudian membahas permasalahan hukum yang menjerat Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi, yakni masalah bendera dan overstay.

Ia lantas kembali melemparkan sebuah candaan.

"Kalau ada masalah hukum, rekonsialisi jangan sama pemerintahan Indonesia tapi Arab Aaudi," kata M Qodari.

(Tribunnews.com/Chrysnha, Fransiskus Adhiyuda, Gita Irawan, Seno Tri Sulistiyono/TribunJakarta.com/Rr Dewi Kartika H)

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved