Pilpres 2019

Sambil Menangis, Ali Ngabalin Beberkan Alasan Ajak PKS dan Gerindra Masuk ke Koalisi Jokowi

Ini alasan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin ajak PKS dan Gerindra untuk berkoalisi dengan Jokowi.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin di depan kediaman Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Jalan Widya Candra 3 Nomor 10 Jakarta Selatan pada Rabu (5/6/2019) 

Ini alasan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengajak PKS dan Gerindra untuk berkoalisi dengan Jokowi.

TRIBUNNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra untuk berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Ali Ngabalin lantas membeberkan alasannya sambil tak kuat menahan tangis.

Peristiwa mengharukan itu terjadi saat Ali Ngabalin hadir sebagai narasumber di Sapa Indonesia Malam, Kompas TV pada Selasa (16/7/2019).

Baca: Dulu Populer sebagai Vokalis Band, Kini Andika Mahesa Jualan Beras untuk Penghasilan Tambahan

Baca: Bicara Soal Kepulangan Habib Rizieq, Ali Ngabalin Wakafkan Dirinya: Dia Teman Saya

Baca: Fakta Terkait Kepulangan Habib Rizieq, Ali Ngabalin Siap Bantu hingga Kata Ahli Hukum Internasional

Mulanya Ali Ngabalin mengatakan checks and balance di suatu pemerintahan memang terjadi di seluruh dunia.

Namun walau begitu di beberapa negara maju seperi Australia dan Amerika, partai-partai politik oposisi mendistribuksikan kader-kader terbaiknya ke pemerintahan.

"Checks and balance memang terjadi di seluruh dunia," kata Ali Ngabalin dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV, pada Rabu (17/7/2019).

"Tapi jangan lupa dari semua partai-partai politik baik oposisi maupun yang ada di Australia di Amerika dia mendistribusikan kader-kader terbaiknya, untuk apa?" imbuhnya.

Ali Ngabalin menjelaskan hal tersebut bertujuan untuk membantu atau mensupport pemerintah.

"Untuk mem-back up pemerintah, bahwa nanti dia tidak hubungan dengan kekuatan partainya tidak apa-apa," kata Ali Ngabalin.

Suara Ali Ngabalin mulai bergetar, ia menjelaskan mengatakan hal tersebut demi kepentingan generasi muda Indonesia.

Baca: Ali Ngabalin Ngaku Berteman Habib Rizieq, Siap Bantu Pulangkan ke Indonesia

Baca: Minta PKS & Gerindra Berkoalisi dengan Pemerintah, Ali Ngabalin Menangis Saat Beberkan Alasannya

Mata Ali Ngabalin tampak memerah, politikus Golkar itu mengaku merasa nasib para politikus muda adalah bebannya sebagai umat manusia.

"Saya tidak mau berbicara apa-apa saya berkepentingan dengan generasi-generasi muda ini, sebagai kader sebagai umat saya berkepentingan," ucap Ali Ngabalin sambil terbata.

"Ya terus terang saya harus bilang itu karena saya bicara itu karena saya merasakan beban yang cukup berat," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved