Backlog Perumahan Indonesia Tembus 15 Juta, Wamen Fahri Hamzah: Kabar Baik Bagi Pengembang
Jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia belum mengalami perubahan, di mana jumlahnya masih berada di angka sekitar 26 juta unit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mengungkap jumlah pemenuhan kebutuhan hunian (backlog) perumahan di Indonesia mencapai 15 juta rumah tangga.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan data sebelumnya dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, yang mencatat backlog sebesar 9,9 juta rumah tangga.
Data terbaru yang dimiliki Fahri dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah backlog mencapai 15 juta rumah tangga.
Baca juga: Angka Backlog Perumahan Masih Tinggi, Ini Usulan Pengembang Zafland ke Pemerintah
Hal itu disampaikan Fahri ketika memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Perumahan Perdesaan di gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025).
"Data backlog terbaru keperluan rumah sekarang ini antrean untuk rumah baru itu lebih kurang 15 juta. Bertambah. Ini kabar baik bagi teman-teman pengembang karena pasarnya makin luas, keperluan antrean rumah makin tinggi," kata Fahri.
Meski demikian, jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia belum mengalami perubahan. Jumlahnya masih berada di angka sekitar 26 juta unit.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu juga menjelaskan bahwa lonjakan backlog perumahan berkaitan dengan mengecilnya indeks keluarga di Indonesia.
Ia mengatakan, dulu indeks keluarga itu 4,7 orang per keluarga. Sekarang, angkanya menurun menjadi 3,2 orang per keluarga.
Menurut dia, turunnya menjadi 3,2 menunjukkan bahwa satu keluarga Indonesia sekarang hanya terdiri dari sekitar tiga orang. Ini pun mengindikasikan munculnya banyak keluarga baru.
"Artinya ini muncul ada banyak keluarga baru. Mungkin karena demografi bonus anak-anak muda ini mulai kawin begitu, tapi begitu mau membentuk keluarga, dia takut, sehingga keluarganya itu mengecil," ujar Fahri.
Dengan begitu, jumlah keluarga di Indonesia bertambah. Dari data BPS yang ia punya, jumlah keluarga Indonesia sekarang itu ada sekitar 93,1 juta keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fahri-hamzah-819202.jpg)