Ramadhan di Luar Negeri
Setiap Ramadhan Ada Tradisi Lampu Fanous di Mesir
Ramadhan di Mesir sangat berbeda di banding hari-hari biasa, hal ini bisa terlihat dengan keadaan masyarakat Mesir sangat antusias
Ada satu momen yaitu pada malam 27 Ramadhan penduduk Mesir berkeyakinan pada waktu itu adalah malam lailatul qadr (malam dengan pahala 1000 bulan), sehingga hampir 100.000 orang berbondong-bondong melakukan shalat tarawih di masjid Amru bin ‘Ash, kawasan Sayyidah ‘Aisyah, Kairo dengan imam, Qori terkenal Syekh Jibril. Termasuk mahasiswa Indonesia banyak juga yang sangat antusias melakukan shalat Tarawih di sana. Biasanya mereka berangkat ke sana secara berkelompok.
Ramadhan kali ini bertepatan dengan musim panas dan waktu siang lebih lama dari pada malam. adzan Maghrib berkumandang pada pukul 06.30 dan Shubuh pukul 03.45 di siang hari, Masisir lebih memilih tidak terlalu memperbanyak aktifitas di luar rumah, hal ini dikarenakan cuaca yang kadang tidak menentu berkisar mulai 37 derajat Celcius sampai 42 derajat Celcius. dalam kondisi seperti ini maka kami lebih memilih melakukan kegiatan di rumah masing-masing, dan aktivitas kemahasiswaan dan keorganisasian biasanya dimulai pada sore hari.
*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Jurusan Ushuluddin Fakultas Hadits